Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Situasi semakin memanas setelah Iran melancarkan serangan drone terhadap aset militer Amerika Serikat di Kuwait serta menyerang sebuah kapal di Selat Hormuz menggunakan rudal jelajah. Di saat yang sama, Uni Emirat Arab melaporkan dua kapal tankernya menjadi sasaran serangan di perairan Oman.
Konflik tersebut terjadi setelah serangkaian serangan rudal dan drone antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu, yang mengakhiri kesepahaman sementara kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan.
Teheran bahkan memperingatkan bahwa aksi militer lanjutan dari Amerika Serikat dapat memicu serangan balasan yang berdampak terhadap infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah.
Kenaikan harga minyak akibat konflik tersebut turut menekan pasar saham global sekaligus meningkatkan kekhawatiran inflasi karena biaya energi diperkirakan akan semakin tinggi.
Pernyataan Pejabat The Fed jadi Perhatian Investor
Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati pernyataan Gubernur Federal Reserve (The Fed), Christopher Waller.
Menurut Ibrahim, Waller menyampaikan bahwa apabila data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat kembali meningkat, bank sentral AS perlu mempertimbangkan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan