Pergerakan tersebut menunjukkan investor masih mencari aset yang dinilai lebih aman di tengah ketidakpastian global.

Geopolitik Timur Tengah Tekan Rupiah

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah berpotensi melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini.

Menurutnya, sentimen risk off di pasar global dipicu meningkatnya eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia.

Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off global oleh eskalasi geopolitik terbaru di Timur Tengah yang melejitkan harga minyak mentah dunia,” ujar Lukman.

Ia memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS sepanjang perdagangan Jumat.

Meningkatnya ketegangan geopolitik dan kenaikan harga energi diperkirakan masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek, seiring pelaku pasar terus mencermati perkembangan ekonomi dan kondisi global. (*/rnc)