Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Fanatisme pengemar akhirnya menjadi komoditas. Penjualan jersey, hak siar, tiket pertandingan, sponsor, hingga berbagai produk resmi event sepak bola, klub dan tim nasional memperoleh nilai ekonomi karena adanya keterikatan emosional para pendukung.
Indonesia menjadi pasar yang sangat diminati. Antusiasme masyarakat terhadap sepak bola termasuk yang terbesar di dunia. Liga-liga eropa memiliki basis penggemar yang sangat besar di Indonesia dengan terbentuknya berbagai fans club, sementara pertandingan Tim Nasional Indonesia hampir selalu memenuhi stadion.
Ironisnya, fanatisme masyarakat ini lebih banyak menghidupkan industri sepak bola negara lain. Indonesia bukan negara dengan kultur sepak bola seperti negara Amerika Latin sehingga belum mampu menghasilkan pemain top dunia, dan klub maupun kompetisi yang ada belum tersistematis seperti negara-negara Eropa.
Karena itu, kegusaran Presiden Prabowo tentang kapan Indonesia dapat menjadi peserta yang lolos ke piala Dunia menjadi pertanyaan yang relevan. Tentu persoalaan ini tidak hanya dibebani kepada PSSI sebagai organisasi yang mengurus sepak bola saja. Tetapi bagaimana program pembinaan pemain mulai berjenjang dan teratur, kompetisi dipersiapkan setiap kelompok umur serta kembali membangun akademik sepak bola yang tersebar hingga ke daerah.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan