Piala dunia menjadi ruang bertemunya olahraga, bisnis, dan diplomasi dalam satu panggung yang sama. Karena itu pada piala Dunia 2026 muncul dengan format baru yang dengan 48 negara yang lolos dari sebelumnya 32 negara. Kesuksesaan perhelatan tahun berujung pada ide untuk menambah lagi jumlah negara yang lolos.

Industri besar sepak bola ini terus berkembang karena dukungan fanatisme para pendukung. Ini sebenarnya kekuatan yang dimiliki sepak bola dibandingkan cabang olahraga lain.

Fanatisme pengemar membentuk ikatan yang sangat kuat, meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, akan menjadi sama ketika mendukung tim yang sama serta memakai jersey yang sama.

Secara teori disebut dengan bonding social capital yaitu ikatan emosional dan solidaritas yang kuat karena kesamaan identitas pendukung sebuah tim atau klub. Fenomena ini terlihat sangat jelas saat sebagian orang mulai memakai jersey dan memegang bendera negara lain untuk menunjukkan bentuk dukungan sekaligus menyatukan jutaan orang.

Anderson menyebutnya imagined community terlihat dalam sepak bola. Para supporter yang tidak saling kenal merasa menjadi bagian dari komunitas yang sama.

Loyalitas pengemar tidak berhenti sebagai kekuatan sosial. Pierre Bourdieu mengingatkan bahwa modal sosial dan simbolik dapat dikonversi menjadi modal ekonomi.