Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurut Vivi Lay, pemberian susu bagi anak PAUD memiliki tujuan yang berbeda karena penanganan stunting lebih berfokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) hingga anak berusia dua tahun.
“Susu bagi anak PAUD sangat penting untuk fondasi tubuh mereka. Saat ini Dinas Pendidikan memberikan susu satu kali seminggu. Namun, jika desa dapat berpartisipasi menambah frekuensinya menjadi dua kali seminggu, akan ada perbedaan besar dalam kualitas tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Program Harus Berjalan Konsisten
Vivi Lay menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaannya.
Ia meminta seluruh tutor dan pengelola PAUD memastikan distribusi susu dilakukan secara rutin tanpa jeda yang terlalu lama.
Menurutnya, pemberian susu harus dilakukan secara berkesinambungan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak.
“Pemberian susu ini seperti terapi; harus diberikan terus-menerus dengan jangka waktu yang sama. Jangan sampai sebulan hanya minum dua kali. Kita harus kawal bersama agar anak-anak mendapatkan manfaat maksimal,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Belu atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan