Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selain itu, mahasiswa juga menyusun berbagai luaran akademik berupa artikel ilmiah populer, video edukatif, dokumentasi kegiatan, serta publikasi media sosial sebagai bagian dari diseminasi hasil pembelajaran.
Kepala PUSDIPWASBANG UNITRI, Agustinus Ghunu, SE., M.MA., M.AP., mengatakan pembelajaran wawasan kebangsaan tidak cukup hanya dilakukan di dalam ruang kelas. Menurutnya, mahasiswa perlu memperoleh pengalaman langsung agar mampu memahami nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, serta sejarah perjuangan bangsa secara lebih kontekstual.
“Mahasiswa tidak hanya mempelajari sejarah melalui buku, tetapi juga menghayati langsung jejak perjuangan bangsa di tempat-tempat bersejarah. Dari pengalaman tersebut diharapkan tumbuh kesadaran untuk merawat sejarah, memperkuat nasionalisme, serta menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Agustinus.
Ia menjelaskan, Blitar Education Trip merupakan inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian berbasis pembelajaran, pengabdian kepada masyarakat, penguatan karakter kebangsaan, literasi sejarah, hingga promosi institusi dalam satu kegiatan akademik yang terencana dan berdampak nyata.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan