Tambolaka, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, secara resmi menerima sekaligus menyerahkan mahasiswa peserta program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gentaskin Batch II Tahun 2026.

Kehadiran para mahasiswa diharapkan mampu memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menangani berbagai persoalan pembangunan, mulai dari stunting, kemiskinan, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan ekonomi desa.

Prosesi serah terima berlangsung di Aula Kantor Bupati Sumba Barat Daya, Kamis (9/7/2026), dipimpin Wakil Bupati SBD Dominikus Alpawan Rangga Kaka.

Iklan

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan LLDIKTI Wilayah XV, Rektor UNIKA Weetebula, Direktur Poltekkes Bakti Sumba, para camat, kepala desa, serta dosen pendamping lapangan.

Dalam program tersebut, mahasiswa peserta KKNT Mahasiswa Berdampak ditempatkan di 10 desa yang tersebar di Kecamatan Kodi Balaghar, Kodi Utara, Wewewa Barat, dan Wewewa Selatan.

Penempatan mahasiswa dilakukan sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten SBD.

Dalam sambutannya, Wabup Angga Kaka menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, LLDIKTI Wilayah XV, serta seluruh perguruan tinggi yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Ia mengatakan, Kabupaten SBD memiliki potensi besar di berbagai sektor. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan yang membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.

“Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu membawa ide-ide baru, inovasi, dan program kerja yang sesuai dengan potensi lokal sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Angga Kaka.

Menurut dia, mahasiswa peserta KKNT Gentaskin merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan prioritas.

Fokus pengabdian mahasiswa mencakup percepatan penurunan angka stunting, penanggulangan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, hingga pemberdayaan ekonomi desa.

Angga Kaka menilai, keterlibatan mahasiswa menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga berkomitmen menghadirkan pengabdian kepada masyarakat melalui solusi yang aplikatif.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta KKNT agar menjaga disiplin, menjunjung tinggi integritas, serta menghormati adat istiadat dan kearifan lokal selama menjalankan pengabdian di desa.

Selain itu, para camat dan kepala desa diminta memberikan pendampingan serta menciptakan suasana yang kondusif agar seluruh program kerja mahasiswa dapat terlaksana secara optimal.

Acara ditutup dengan penyerahan simbolis mahasiswa peserta KKNT Gentaskin Batch II Tahun 2026 dari Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya kepada para camat di wilayah sasaran sebagai tanda dimulainya masa pengabdian mereka di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab SBD berharap berbagai inovasi yang dihadirkan mahasiswa dapat mendukung percepatan pembangunan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*/rnc)