Pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp606,19 miliar, yang terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp26,45 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp573,49 miliar, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp6,25 miliar.

Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp612,81 miliar, meliputi belanja operasi sebesar Rp437,30 miliar, belanja modal Rp83,79 miliar, belanja tidak terduga Rp1,09 miliar, dan belanja transfer Rp90,62 miliar.

Dari realisasi tersebut, APBD Kabupaten Sabu Raijua mencatat defisit anggaran sebesar Rp6,61 miliar.

Iklan

SILPA 2025 Capai Rp60,2 Miliar

Selain defisit anggaran, Pemkab Sabu Raijua juga mencatat pembiayaan netto sebesar Rp66,82 miliar dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) mencapai Rp60,20 miliar.

Wakil Bupati menjelaskan bahwa SiLPA tersebut merupakan hasil efisiensi belanja serta adanya sejumlah kendala administratif dan teknis dalam pelaksanaan program.

Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen memanfaatkan kembali sisa anggaran tersebut pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung program-program prioritas yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Wakil Bupati Instruksikan OPD Aktif Ikuti Pembahasan

Pada akhir sambutannya, Thobias Uly memberikan dua arahan penting kepada seluruh perangkat daerah.