Ia menegaskan bahwa partisipasi masyarakat menjadi kunci agar regulasi yang dihasilkan benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam perlindungan anak saat ini adalah masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai hak-hak anak.

Akibatnya, berbagai kasus kekerasan, penelantaran, maupun eksploitasi terhadap anak sering kali tidak dilaporkan karena dianggap sebagai persoalan internal keluarga.

“Kehadiran dan partisipasi seluruh peserta menjadi bagian penting dalam melahirkan regulasi yang benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak,” ujarnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Alor akan terus memperkuat kebijakan, koordinasi lintas sektor, dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat guna menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang anak.

Ajak Masyarakat Wujudkan Alor Ramah Anak

Syafyuddin menegaskan bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat.

Ia mengajak masyarakat, organisasi perempuan, forum anak, tokoh masyarakat, hingga lembaga pendidikan untuk bersama-sama mewujudkan Kabupaten Alor yang ramah perempuan dan layak anak.