oleh: Robert Kadang

Tidak butuh waktu lama mengembalikan kejayaan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat Kuan Maumolo. Sentuhan pendampingan yang dilakukan Yayasan Felix Maria Go (YFMG) setahun terakhir, kini hasilnya bisa dipetik. Panen sayur mayur berlimpah. Senyum warga pun merekah. Kampung yang didera kekeringan selama puluhan tahun, bergeliat kembali.

Begitulah potret kehidupan masyarakat Kuan Maumolo, saat ini. Dulu, kampung itu dikenal sebagai daerah pemasok sayuran dan buah ke pasar-pasar yang ada di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Tapi, seiring berjalannya waktu, sumber air di kampung itu mengering. Ladang-ladang perkebunan warga tak bisa lagi menghidupi. Jangankan mengairi lahan pertanian, untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan mandi, warga harus membeli air tangki. Air menjadi sangat berharga.

Mereka lalu menemui Fransiscus Go, pimpinan Yayasan Felix Maria Go. Bak gayung bersambut, yayasan yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan itu mengulurkan bantuan. Upaya pendampingan dilakukan. Beberapa sumur bor dibuat di beberapa titik, dan bak penampung dibangun lalu airnya dialirkan ke rumah-rumah warga, termasuk lahan pertanian. Tidak ketinggalan, bibit sayur dan buah, dibagikan.

Dan, bim salah bim, ada kadabrah..! Semangat warga Maumolo mengelola bantuan yayasan tersebut, serta pendampingan oleh instruktur Andre Setiawan, akhirnya membuahkan hasil. “Saat ini kami lagi panen bang. Sayuran warga berlimpah. Ada sayur sawi, buncis, kacang panjang, kangkung, pakchoy, bayam, selada, tomat dan terong. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, warga juga menjual ke pasar-pasar di Kota Kefa. Hasilnya lumayan,” ungkap Andre lewat pesan WhatsApp-nya, Kamis (23/7/2026).

Tak ayal, keberhasilan pendampingan dari Yayasan Felix Maria Go tersebut, menuai pujian. Adalah Stef Kefi, petani sayur binaan yayasan. Dia mengapresiasi upaya itu. Melalui testimoninya, Stef mengatakan, saat ini warga bisa menanam di banyak lahan karena bantuan air sumur bor. “Terima kasih bapak Fransiscus Go. Lahan-lahan yang dulunya tidak bisa kami tanami, sekarang sudah bisa ditanam lagi. Setiap hari, selalu ada warga yang panen sayur. Kami sangat-sangat berterima kasih kepada bapak Fransiscus Go dan pengurus Yayasan Felix Maria Go lainnya atas bantuannya. Sekarang hasilnya bisa kami panen dan nikmati, untuk menghidupi keluarga kami,” kata Stef Kefi. (*)