Ba’a, RakyatNTT.ID – Menjelang pelaksanaan Pameran Pembangunan Kabupaten Rote Ndao yang dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 1 hingga 31 Agustus 2026, muncul sorotan dari kalangan masyarakat terkait dugaan praktik perjudian yang disebut berkedok permainan ketangkasan di area pameran.

Seorang tokoh pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Lobalain yang meminta identitasnya dirahasiakan dan dalam pemberitaan ini disebut MA atau Markus, mendesak Polres Rote Ndao mengambil langkah tegas untuk menertibkan berbagai permainan yang diduga mengandung unsur perjudian.

Menurut Markus, permainan seperti rolet dan arisan berhadiah kerap hadir dalam pelaksanaan pameran pembangunan selama dua tahun terakhir dan dinilai meresahkan masyarakat.

Ia menilai aktivitas tersebut tidak hanya berpotensi membuat masyarakat kehilangan uang, tetapi juga dapat memicu persoalan sosial lainnya seperti tindak pencurian hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Yang kami lihat selama dua tahun terakhir permainan seperti ini terus ada. Kalau memang mengandung unsur judi, mengapa bisa terus beroperasi? Kami berharap aparat penegak hukum benar-benar melakukan penertiban,” ujar Markus, Rabu (29/7/2026).

Kapolres Baru Diminta Bertindak Tegas

Markus juga menyinggung momentum pergantian pimpinan di Polres Rote Ndao yang berlangsung pada 29 Juli 2026, dari AKBP Mardiono, S.ST., M.KP. kepada AKBP Hanry Eko Irawan, S.I.K.