Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat merupakan implementasi nyata nilai gotong royong yang terkandung dalam Pancasila.
Ia menilai, keberhasilan revitalisasi pendidikan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik sekolah, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap dunia pendidikan.
“Itu adalah panggilan bagi orang tua bahwa mereka tidak hanya menerima, tetapi juga memberi. Ketika kita berbicara tentang kolaborasi, nilai-nilai Pancasila sudah hidup di sini. Semangat gotong royong ini akan terus kami jaga,” ujarnya.
Diharapkan Berlanjut ke Sekolah Lain
Ernest juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat atas pelaksanaan Program Revitalisasi Pendidikan di Kota Kupang.
Ia berharap program tersebut terus berlanjut sehingga semakin banyak sekolah yang mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan sektor pendidikan.
Menurutnya, kolaborasi seperti yang terjadi di SD Inpres Naimata menjadi contoh bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan akan lebih optimal ketika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama.
Kunjungan Libatkan Komdigi dan Kemendikdasmen
Kunjungan jurnalistik tersebut turut dihadiri Direktur Ekosistem Media Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Farida Dewi Maharani, serta Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Khamim.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan