Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Mengapa, karena guru adalah hal yang paling utama. Tentu guru yang memiliki kompetensi bisa mempersamai siswa-siswinya untuk memecahkan soal-soal, atau ketika siswa mengalami kesulitan maka guru-guru bisa mendampingi siswa mengerjakan soal itu,” jelasnya.
Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT kini menggelar berbagai program penguatan kapasitas guru, khususnya bagi pengajar mata pelajaran yang menjadi indikator utama dalam Tes Kompetensi Akademik.
Libatkan Akademisi Perguruan Tinggi
Untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik, Pemerintah Provinsi NTT menggandeng sejumlah perguruan tinggi di Kota Kupang sebagai mitra pelatihan.
Akademisi dari Universitas Nusa Cendana (Undana), Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira), Universitas Muhammadiyah Kupang, dan Universitas Kristen Artha Wacana (Unkris) dilibatkan sebagai narasumber sekaligus mentor dalam program peningkatan kompetensi guru.
“Dengan cara melibatkan narasumber akademisi dari Undana, Unwira, Muhammadiyah, dan Unkris untuk penguatan terhadap kompetensi guru,” kata Ambrosius.
Guru Wajib Aktif di MGMP
Selain pelatihan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT juga menindaklanjuti kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan mewajibkan guru aktif dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan