Menurut pemain berusia 19 tahun itu, Messi memberikan pesan sederhana tetapi sangat bermakna yang akan selalu diingat sepanjang kariernya.

“Dia adalah pemain terbesar dalam sejarah dan seseorang yang selalu saya kagumi. Setelah pertandingan, saya ingin menunjukkan rasa hormat saya kepadanya,” ujar Yamal.

Yamal mengatakan, Messi memintanya agar terus berkembang dan tetap berjalan di jalur yang telah dibangunnya.

“Dia memberi tahu saya untuk terus mengikuti jalan saya dan bahwa masa depan adalah milik generasi kami. Kata-kata itu nilainya sama berharganya dengan medali emas yang menggantung di leher saya,” ungkap Yamal.

Mimpi yang Menjadi Kenyataan

Bagi Yamal, bisa bertanding melawan Lionel Messi di partai final Piala Dunia sekaligus menerima ucapan langsung dari sang legenda merupakan pengalaman yang tidak pernah dibayangkannya.

Ia mengaku masih sulit mempercayai bahwa dirinya kini menjadi juara dunia setelah menghadapi pemain yang sejak kecil menjadi idolanya.

“Jika seseorang memberi tahu saya beberapa tahun lalu bahwa saya akan berada di sini mengangkat trofi Piala Dunia setelah bertanding melawan Lionel Messi, saya akan menganggap mereka gila,” tuturnya.

Yamal Catat Prestasi Luar Biasa di Usia 19 Tahun

Keberhasilan menjuarai Piala Dunia 2026 semakin mengukuhkan status Lamine Yamal sebagai salah satu talenta terbaik generasi baru sepak bola dunia.