Dalam sambutannya, Marthen menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang damai, sejahtera, dan berkarakter. Menurutnya, berbagai persoalan sosial seperti konflik, kriminalitas, kenakalan remaja hingga masalah rumah tangga berakar dari lemahnya pembinaan keluarga.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki keluarga-keluarga yang kuat. Ketika keluarga dibangun dengan baik, maka masyarakat juga akan menjadi baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja dan para pemimpin agama.

Marthen menilai gereja memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan iman masyarakat melalui pembinaan keluarga Kristen.

“Kita tidak bisa menyerahkan seluruh persoalan kepada pemerintah atau aparat. Pembinaan harus dimulai dari keluarga. Orang tua harus hadir dalam kehidupan anak-anak mereka, membangun komunikasi, memberikan pendidikan iman, dan menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh gereja untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menghadapi tantangan pembangunan, mulai dari kemiskinan, pendidikan, kesehatan hingga pembentukan karakter generasi muda.

Kemenag Alor Siapkan Program Pembinaan Lanjutan

Selain Seminar Keluarga Kristen, Kemenag Alor juga menjadwalkan kegiatan pembinaan pelayanan liturgi bagi gereja-gereja di Kabupaten Alor.