Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Kasus meninggalnya dokter muda dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha) terus menjadi perhatian publik. Berbagai pihak mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan intimidasi yang dialami almarhumah, sekaligus memastikan perlindungan bagi tenaga medis di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua DPW Partai Perindo NTT, Simson A. Lawa, menyesalkan masih maraknya kasus bunuh diri yang terjadi di NTT. Menurutnya, fenomena tersebut perlu dikaji secara komprehensif, baik dari sisi kesehatan mental maupun faktor sosial yang melatarbelakanginya.
Ia menilai penyelidikan terhadap kasus dr. Icha harus melibatkan kepolisian bersama para ahli kesehatan mental agar seluruh penyebab yang melatarbelakangi tragedi tersebut dapat diungkap secara objektif.
“Fenomena bunuh diri perlu ditelusuri apakah berkaitan dengan harga diri, tekanan sosial, atau kelelahan mental. Dalam kasus dokter Icha, investigasi menyeluruh sangat diperlukan,” ujar Simson.
Ia juga meminta aparat kepolisian bertindak tegas apabila ditemukan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut.
“Proses hukum yang tegas bisa memberikan efek jera agar peristiwa seperti ini tidak terulang lagi sekaligus memberikan jaminan keamanan bagi mereka yang melayani di garda terdepan,” tegas Simson, Rabu (1/7/2026) di Kupang.
Gubernur NTT Kawal Proses Hukum
Sebelumnya, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengungkapkan dirinya telah mengetahui persoalan yang dihadapi dr. Icha sejak dugaan intimidasi mulai mencuat. Informasi tersebut diterimanya langsung dari seorang dokter spesialis urologi yang menjadi rekan sejawat almarhumah.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan