“Saya sejak awal sudah dikontak oleh dokter ahli urologi yang melaporkan kepada saya bahwa dokter Icha mengalami intimidasi di TTU. Karena itu saya langsung meminta Bupati TTU dan Ketua DPRD TTU memberi perhatian khusus terhadap persoalan ini,” ungkap Melki.

Ia mengaku sempat berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui dialog sehingga tidak berujung pada tragedi.

“Saya bahkan sempat meminta teman-teman yang bermasalah dengan dokter Icha agar segera menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik, bertemu dan berdialog. Tetapi kemudian saya mendapat kabar dokter Icha meninggal dunia. Ini tentu sangat memukul kita semua,” katanya.

Dugaan Keterlibatan Tiga Anggota DPRD TTU Diusut

Melki menegaskan Pemerintah Provinsi NTT akan mengawal proses hukum hingga tuntas, termasuk dugaan keterlibatan tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

“Kita proses semuanya tanpa kecuali. Saya sudah melihat pernyataan Kapolres TTU dan kita akan mengawal agar proses hukum berjalan dengan baik sampai terang benderang siapa saja yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini,” tegasnya.

Ia memastikan surat wasiat yang ditinggalkan dr. Icha, yang kini telah berada di tangan penyidik, akan menjadi salah satu alat penting dalam pengungkapan perkara.