Atlanta, RakyatNTT.ID – Jude Bellingham kembali menjadi pahlawan Timnas Inggris. Gelandang Real Madrid itu mencetak dua gol yang membawa The Three Lions menundukkan Norwegia 2-1 melalui babak perpanjangan waktu pada laga perempat final Piala Dunia 2026, Minggu (12/7/2026) pagi WIB.

Bellingham mencetak gol pada menit ke-45+2 dan 93 untuk membalikkan keadaan setelah Inggris sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Andreas Schjelderup pada menit ke-36.

Penampilan gemilang pemain berusia 23 tahun itu memastikan Inggris kembali melangkah ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 2018.

Namun, keberhasilan tersebut bukan hanya mengantar The Three Lions ke empat besar. Bellingham juga sukses menorehkan dua rekor istimewa dalam sejarah Piala Dunia.

Jadi Pemain Termuda Kedua setelah Pele

Berdasarkan data Opta, Jude Bellingham menjadi pemain termuda kedua yang mampu mencetak dua gol atau lebih dalam dua pertandingan beruntun di fase gugur Piala Dunia.

Bellingham mencatatkan rekor tersebut pada usia 23 tahun 12 hari. Ia hanya kalah dari legenda Brasil, Pele, yang melakukannya pada Piala Dunia 1958 saat berusia 17 tahun 249 hari.

Catatan ini semakin menegaskan status Bellingham sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di Piala Dunia 2026.

Samai Rekor Gol Pele

Tak hanya itu, Bellingham juga masuk dalam daftar pemain dengan koleksi gol terbanyak di ajang Piala Dunia sebelum berusia 24 tahun.

Gelandang Real Madrid tersebut kini sejajar dengan Pele di posisi kedua daftar tersebut. Sementara posisi teratas masih ditempati bintang Prancis, Kylian Mbappe, yang telah mengoleksi 23 gol di Piala Dunia pada usia 23 tahun atau lebih muda.

Gol Penyama Kedudukan Sempat Picu Kontroversi

Di balik kemenangan Inggris, gol pertama Bellingham sempat memunculkan kontroversi.

Gol penyama kedudukan yang lahir setelah menerima umpan terobosan Anthony Gordon dipertanyakan kubu Norwegia usai tayangan ulang dari FOX Sports memperlihatkan dugaan bola sempat mengenai kabel kamera gantung (sky camera) sebelum serangan Inggris dimulai.

Dalam tayangan tersebut, bola hasil sapuan panjang kiper Orjan Nyland tampak berubah arah saat masih berada di udara sebelum jatuh ke kaki Elliot Anderson yang kemudian memulai proses terciptanya gol.

Para pemain Norwegia beserta pelatih Stale Solbakken langsung melayangkan protes kepada perangkat pertandingan saat turun minum. Mereka menilai permainan seharusnya dihentikan apabila bola benar-benar menyentuh kamera sesuai regulasi FIFA.

FIFA Pastikan Tidak Ada Kontak dengan Kamera

FIFA akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait insiden tersebut.

Badan sepak bola dunia itu menyatakan tidak menemukan bukti bahwa bola menyentuh kamera gantung. Pemeriksaan dilakukan menggunakan teknologi adidas Connected Ball, yang telah diterapkan pada seluruh bola resmi Piala Dunia 2026.

Teknologi tersebut dilengkapi heartbeat sensor yang mampu mendeteksi benturan atau sentuhan sekecil apa pun selama pertandingan.

Setelah menganalisis data sensor, FIFA memastikan tidak terdapat lonjakan data yang menunjukkan adanya kontak bola dengan benda lain.

“Kami telah memeriksa data dari adidas Connected Ball dan hasilnya tidak menunjukkan adanya lonjakan pada grafik heartbeat sensor,” demikian pernyataan resmi FIFA, seperti dikutip Sportbible.

Dengan demikian, gol penyama kedudukan Jude Bellingham dinyatakan sah.

Kini Inggris bersiap menghadapi tantangan yang jauh lebih berat pada semifinal Piala Dunia 2026. The Three Lions dijadwalkan menghadapi juara bertahan Argentina dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling bergengsi di turnamen tahun ini. (*/rnc)