Menurutnya, keterampilan tersebut sangat dibutuhkan mengingat sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Sumba.

“Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Keterampilan memperbaiki alat-alat pertanian akan sangat membantu para petani,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Jane juga bertemu dengan para siswa SMKN 1 Kodi yang sedang menjalani Praktik Kerja Industri (Prakerin) di BLK Don Bosco.

Iklan

Ia menilai kolaborasi antara sekolah dengan lembaga pelatihan merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan akses pendidikan, Jane menyatakan komitmennya membantu membuka peluang beasiswa bagi para siswi yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di perguruan tinggi yang berada di Waitabula.

Menurutnya, investasi di bidang pendidikan akan memberikan dampak jangka panjang bagi kemajuan Sumba.

Sementara itu, Direktur BLK Don Bosco Sumba, Br. Ephrem Santos, SDB, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Jane Natalia Suryanto.

Ia berharap perhatian dari berbagai pihak dapat memperkuat upaya BLK Don Bosco dalam memperluas akses pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi kaum muda.