Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang resmi melepas 1.028 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 untuk mengabdi di berbagai desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Mahasiswa Berdampak, Desa Berdaya” sebagai wujud komitmen kampus dalam memberdayakan masyarakat melalui implementasi ilmu pengetahuan.
Ibadah pelepasan mahasiswa KKN yang dirangkaikan dengan penutupan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 berlangsung di Kampus IAKN Kupang, Selasa (30/6/2026) petang.
Kegiatan dipimpin oleh Pdt. Yusuf Nakmofa, M.Th dan dihadiri pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Ketua Panitia KKN IAKN Kupang 2026, Yefta Bako, M.Sn, mengatakan sebanyak 1.028 mahasiswa berasal dari 15 program studi yang tersebar di tiga fakultas, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Kristen, serta Fakultas Seni Keagamaan Kristen.
Menurutnya, para mahasiswa akan melaksanakan KKN mulai 2 Juli hingga 9 September 2026 dan ditempatkan di lima kabupaten/kota, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Rote Ndao, dan Sabu Raijua.
“Mahasiswa terlebih dahulu menuju kecamatan sebelum ditempatkan di desa-desa lokasi KKN,” ujar Yefta.
Terapkan Ilmu di Tengah Masyarakat
Selama berada di lokasi KKN, mahasiswa akan mengimplementasikan ilmu sesuai bidang keahlian masing-masing, seperti Pendidikan Agama Kristen, psikologi, manajemen Kristen, konseling, musik gereja, seni pertunjukan, hingga penyuluhan.
Mereka juga akan berkolaborasi dengan pemerintah desa, masyarakat, gereja, dan berbagai elemen lainnya melalui kegiatan penyuluhan, bakti sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga mendukung pelaksanaan kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan RI.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK), Priskila Edon, berharap kehadiran mahasiswa KKN mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga dengan kehadiran kami bisa membawa dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai program seperti penyuluhan maupun bakti sosial. Kami juga berharap memperoleh pengalaman yang berguna bagi diri sendiri dan masyarakat luas,” katanya.
Harapan serupa disampaikan mahasiswa KKN lainnya, Sumi Seko. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat sekaligus menjadi bekal berharga untuk melanjutkan studi maupun memasuki dunia kerja nantinya.
Kampus Memindahkan Ruang Belajar ke Desa
Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th, mengatakan pelepasan mahasiswa KKN sekaligus menandai berakhirnya proses pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian proses pembelajaran.
“Atas nama civitas akademika IAKN Kupang, saya secara resmi menutup Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Segala proses pembelajaran yang telah dijalani kiranya menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan,” ujarnya.
Suardana menegaskan, kehadiran mahasiswa KKN merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa.
Menurutnya, melalui program KKN, IAKN Kupang tidak sekadar mengirim mahasiswa ke desa, tetapi juga memindahkan ruang belajar dari kampus ke tengah masyarakat.
“Mahasiswa hadir untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari selama kurang lebih tiga tahun. Desa menjadi ruang belajar yang produktif sekaligus transformatif, sementara masyarakat memperoleh manfaat dari berbagai kompetensi yang dimiliki mahasiswa. Inilah yang kami sebut sebagai kampus berdampak,” jelasnya.
Diharapkan Sinergi dengan Masyarakat
Rektor berharap seluruh pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan keluarga tempat mahasiswa tinggal dapat bersinergi dalam mendukung pelaksanaan KKN.
Ia meyakini masyarakat akan menjadi mitra strategis dalam membentuk karakter mahasiswa melalui pengalaman hidup bermasyarakat.
“Kami berharap masyarakat dapat membimbing dan menjaga mahasiswa selama menjalankan pengabdian. Bila terjadi kekeliruan, kami berharap segera dikomunikasikan kepada kampus agar dapat dilakukan pembinaan. KKN adalah ruang belajar sehingga setiap pengalaman menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan peningkatan kualitas lulusan,” katanya.
Menurut Suardana, pengalaman mahasiswa selama KKN juga menjadi bahan evaluasi bagi IAKN Kupang dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat budaya akademik, serta memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia optimistis tema “Mahasiswa Berdampak, Desa Berdaya” akan benar-benar terwujud melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen pendamping, pemerintah desa, dan masyarakat di lokasi pengabdian.
Sebelum diberangkatkan ke lokasi KKN, seluruh mahasiswa telah mengikuti pembekalan yang diberikan oleh dosen pendamping sebagai bekal menjalankan program pengabdian masyarakat selama lebih dari dua bulan. (rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan