“Atas nama civitas akademika IAKN Kupang, saya secara resmi menutup Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Segala proses pembelajaran yang telah dijalani kiranya menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan,” ujarnya.

Suardana menegaskan, kehadiran mahasiswa KKN merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa.

Menurutnya, melalui program KKN, IAKN Kupang tidak sekadar mengirim mahasiswa ke desa, tetapi juga memindahkan ruang belajar dari kampus ke tengah masyarakat.

“Mahasiswa hadir untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari selama kurang lebih tiga tahun. Desa menjadi ruang belajar yang produktif sekaligus transformatif, sementara masyarakat memperoleh manfaat dari berbagai kompetensi yang dimiliki mahasiswa. Inilah yang kami sebut sebagai kampus berdampak,” jelasnya.

Diharapkan Sinergi dengan Masyarakat

Rektor berharap seluruh pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan keluarga tempat mahasiswa tinggal dapat bersinergi dalam mendukung pelaksanaan KKN.

Ia meyakini masyarakat akan menjadi mitra strategis dalam membentuk karakter mahasiswa melalui pengalaman hidup bermasyarakat.

“Kami berharap masyarakat dapat membimbing dan menjaga mahasiswa selama menjalankan pengabdian. Bila terjadi kekeliruan, kami berharap segera dikomunikasikan kepada kampus agar dapat dilakukan pembinaan. KKN adalah ruang belajar sehingga setiap pengalaman menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan peningkatan kualitas lulusan,” katanya.