So’E, RakyatNTT.ID – Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) berlangsung meriah di Gereja Ebenhaizer Oenino, Desa Oenino, Kecamatan Oenino, Kamis (23/7/2026).

Sekitar 1.500 anak dari berbagai wilayah di TTS memadati aula hingga halaman gereja untuk merayakan momentum yang didedikasikan bagi pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dengan subtema “Lindungi Diri dan Teman, Berteman Itu Luar Biasa Tanpa Kekerasan”, perayaan diawali dengan ibadah bersama, kemudian dilanjutkan berbagai pertunjukan seni yang seluruhnya dipersembahkan oleh anak-anak.

Tarian, paduan suara, drama, musikalisasi hingga penampilan kreatif lainnya menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat sekaligus menyuarakan pentingnya perlindungan terhadap hak anak.

Seluruh Acara Dipandu oleh Anak-anak

Salah satu hal yang menjadi daya tarik dalam perayaan HAN 2026 di TTS adalah seluruh perangkat acara dijalankan oleh anak-anak.

Mulai dari panitia, pembawa acara, pemimpin pujian, pemain musik hingga pengisi berbagai pertunjukan, semuanya diperankan oleh anak-anak sebagai bentuk pemberdayaan dan ruang partisipasi mereka.

Puncak perayaan ini merupakan hasil kolaborasi Klasis Amanuban Tengah Utara bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten TTS.

Ketua Panitia HAN 2026, Alexa Aurelia Fina, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta yang berasal dari Forum Anak di 23 jemaat Klasis Amanuban Tengah Utara serta utusan dari berbagai klasis dan denominasi lainnya.

Peserta juga berasal dari Forum Anak Kabupaten TTS, anak-anak dampingan Yayasan Plan International, Sekolah Luar Biasa (SLB) Niki-Niki, penyandang disabilitas dampingan CIS Timor, Paroki Aryos Niki-Niki, hingga Masjid An-Nur Niki-Niki.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh jemaat, sekolah, pemerintah desa, forum anak, relawan, dan para mitra yang telah mendukung sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik,” ujar Alexa.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten TTS, Majelis Sinode GMIT, Majelis Klasis Amanuban Tengah Utara, Wahana Visi Indonesia, Yayasan Plan Indonesia, Yayasan TLM SoE, Yayasan SSP SoE, CIS Timor, Bank NTT Cabang SoE, Bank TLM Cabang SoE, para donatur, relawan, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

Wabup TTS: Sayangi Anak, Bangun Masa Depan Daerah

Wakil Bupati Timor Tengah Selatan, Johny Army Konay, mengucapkan selamat memperingati Hari Anak Nasional ke-42 kepada seluruh anak Indonesia, khususnya anak-anak di Kabupaten TTS.

Menurutnya, Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh pihak mengenai tanggung jawab memenuhi hak-hak anak.

“Hari Anak Nasional menjadi momentum pengingat bagi kita semua akan mandat besar untuk memenuhi hak-hak anak. Menyayangi dan melindungi anak hari ini merupakan investasi bagi masa depan Timor Tengah Selatan,” katanya.

Tantangan Perlindungan Anak Masih Besar

Army mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mewujudkan pemenuhan hak anak.

Beberapa persoalan yang masih menjadi perhatian antara lain tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, stunting, angka putus sekolah, kemiskinan ekstrem, hingga keterbatasan infrastruktur pendukung.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten TTS terus berupaya menghadirkan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan anak.

Di antaranya melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar, pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Kabupaten TTS, serta rencana pembangunan sekolah rakyat yang menyediakan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 hingga 4.

Selain itu, pemerintah juga mengaktifkan kembali lima Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil guna mempermudah pelayanan administrasi kependudukan, khususnya pemenuhan hak anak atas identitas.

Optimistis Raih Predikat Kabupaten Layak Anak

Menurut Army, berbagai langkah tersebut merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak.

Ia menyebut hasil evaluasi mandiri Kabupaten Layak Anak tahun 2026 yang mencapai skor 840 menjadi modal optimisme bagi TTS untuk meraih predikat Pratama.

“Capaian ini menjadi bagian dari komitmen mendukung target nasional Indonesia Layak Anak 2030, di mana setiap anak terlindungi haknya, bebas dari kekerasan, dan tumbuh secara optimal,” ujarnya.

Army juga mengingatkan pentingnya perlindungan anak di era digital.

Menurutnya, selain menjaga kesehatan fisik dan mental, seluruh pihak harus melindungi anak dari ancaman kekerasan, eksploitasi, perundungan daring (cyberbullying), serta paparan konten negatif di internet.

“Mari kita perkuat literasi digital agar anak-anak tumbuh aman dan bijak di era teknologi,” tegasnya.

Ajak Seluruh Elemen Bersinergi

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati mengapresiasi Klasis Amanuban Tengah Utara, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga swadaya masyarakat, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, serta seluruh masyarakat yang telah bersinergi membangun lingkungan ramah anak.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus melindungi anak dari segala bentuk kekerasan serta mendukung mereka meraih cita-cita.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyayangi anak, melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan, dan menuntun mereka membangun masa depan yang gemilang. Kepada anak-anak TTS, teruslah belajar, gantungkan cita-cita setinggi langit, hormati orang tua, takut akan Tuhan, dan cintailah sesama,” tutupnya.

Perayaan Hari Anak Nasional 2026 di TTS berlangsung penuh semangat. Setiap Forum Anak dari berbagai jemaat saling memberikan dukungan saat menyaksikan penampilan seni yang sarat dengan pesan tentang pemenuhan hak anak, persahabatan, kesetaraan, dan perlindungan dari segala bentuk kekerasan. (rnc26)