Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Waingapu, RakyatNTT.ID – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, menghadiri pembukaan Sidang Sinode ke-44 Gereja Kristen Sumba (GKS) yang digelar di GKS Jemaat Nggongi, Klasis Mahu Karera, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (2/7/2026).
Kehadiran Bupati menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBD dalam memperkuat sinergi dengan lembaga keagamaan sebagai mitra strategis pembangunan daerah.
Forum tertinggi GKS tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh gereja, dan masyarakat. Tampak hadir Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Lala Lena Anggota DPR RI Komisi XIII, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumba Timur, Wakil Bupati Sumba Tengah, Kepala Bapperida Kabupaten Sumba Barat yang mewakili Bupati Sumba Barat, Ketua Sinode GKS, para pendeta, peserta sidang dari seluruh klasis, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan para tamu undangan, kemudian dilanjutkan dengan ibadah pembukaan yang berlangsung khidmat.
Setelah itu, para tokoh gereja dan pejabat pemerintah menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dalam membangun masyarakat yang harmonis.
Puncak acara ditandai dengan prosesi pemukulan gong oleh Gubernur NTT bersama Bupati SBD, para kepala daerah, dan pimpinan GKS sebagai simbol resmi dibukanya Sidang Sinode ke-44 GKS.
Keikutsertaan Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla dalam prosesi tersebut mencerminkan dukungan Pemkab SBD terhadap penyelenggaraan forum permusyawaratan tertinggi GKS.
Momentum itu juga menjadi simbol eratnya kolaborasi antara pemerintah dan gereja dalam mendukung pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai iman, persatuan, dan pelayanan kepada masyarakat.
Sidang Sinode ke-44 GKS memiliki peran penting dalam mengevaluasi pelayanan gereja, menetapkan arah kebijakan organisasi, serta merumuskan berbagai program strategis untuk menjawab tantangan pelayanan dan dinamika kehidupan masyarakat.
Melalui forum tersebut, diharapkan lahir berbagai keputusan yang semakin memperkuat peran gereja sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pulau Sumba.
Pemkab SBD memandang kemitraan dengan lembaga keagamaan sebagai bagian penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang partisipatif. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan yang berkeadilan, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Kehadiran Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla pada pembukaan Sidang Sinode ke-44 GKS sekaligus menegaskan komitmen Pemkab SBD untuk terus menjalin kerja sama yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk gereja, dalam membangun daerah yang maju, sejahtera, dan tetap berlandaskan nilai-nilai kebersamaan. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan