Nelis menegaskan bahwa keberadaan sarana dan prasarana pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Fasilitas yang memadai dinilai mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih optimal.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Alor segera memanggil kontraktor pelaksana agar menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi yang masih tersisa.

“Saya meminta kepada Pemda melalui Dinas Pendidikan untuk mengambil langkah sesuai dengan mekanisme yang berlaku untuk melanjutkan pekerjaan yang masih tersisa ini. Sangat disayangkan ketika sarana dan prasarana di bidang pendidikan tidak diperhatikan dengan serius oleh Pemerintah Daerah,” tegasnya.

Desakan tersebut muncul karena para guru berharap proses rehabilitasi sekolah dapat segera dituntaskan sehingga kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung normal tanpa harus berbagi ruang kelas.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Alor maupun Dinas Pendidikan terkait kelanjutan proyek rehabilitasi empat gedung SD GMIT Kabaku tersebut.

Jika kondisi ini terus berlarut, dikhawatirkan kualitas pembelajaran dan kenyamanan siswa akan semakin terdampak. (rnc)