So’E, RakyatNTT.ID – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menetapkan Egusem Pieter Tahun sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar TTS periode 2026–2031.

Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam sidang Musda yang berlangsung di Aula Gereja Petra, SoE, Kamis (30/7/2026).

Musda dihadiri Ketua DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT), Alain Niti Susanto, didampingi Sekretaris Welhemintje S. Libby Sinlaeloe dan Bendahara Restu Herdani Baptista Dupe.

Hadir pula Staf Ahli Bupati TTS Bidang Kesejahteraan Rakyat, Johanis Benu, yang mewakili Bupati TTS, unsur Kesbangpol, KPU, Bawaslu TTS, serta sejumlah pimpinan partai politik, di antaranya PKB, Partai Demokrat, dan PAN.

Sempat Tertunda, Musda Berakhir dengan Aklamasi

Pelaksanaan Musda XI sempat mengalami penundaan akibat dinamika internal partai. Namun, setelah melalui pembahasan sesuai mekanisme organisasi, seluruh peserta akhirnya menyepakati Egusem Pieter Tahun sebagai calon tunggal Ketua DPD II Partai Golkar TTS.

Dengan penetapan tersebut, mantan Bupati Timor Tengah Selatan periode 2019–2024 yang akrab disapa Epy Tahun kembali dipercaya memimpin Partai Golkar TTS untuk lima tahun ke depan.

Konsolidasi Temukan Berbagai Persoalan Masyarakat

Dalam laporan panitia, Plt Ketua DPD II Partai Golkar TTS, Vinsen Bureni, menyampaikan bahwa menjelang pelaksanaan Musda, jajaran partai telah melakukan konsolidasi ke berbagai wilayah di Kabupaten TTS.

Dari hasil konsolidasi tersebut, berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat berhasil diidentifikasi, mulai dari kondisi infrastruktur, ketersediaan air bersih, hingga sektor pendidikan.

“Konsolidasi yang telah dilakukan menunjukkan masih banyak persoalan yang harus menjadi perhatian bersama. Karena itu kami berharap kepengurusan baru nantinya mampu membangun kolaborasi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten TTS dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan seluruh tahapan pra-Musda telah dilaksanakan sesuai aturan organisasi sehingga Musda dapat berjalan dengan lancar.

Pemkab TTS Dorong Sinergi dengan Partai Politik

Mewakili Bupati TTS, Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat Johanis Benu mengatakan Musda bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan strategi pembangunan daerah.

Menurutnya, Partai Golkar merupakan salah satu partai besar yang memiliki sejarah panjang dan telah memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Pemda tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu kami membuka ruang kolaborasi dengan seluruh kekuatan politik, termasuk Partai Golkar, untuk bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat,” katanya.

Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan kepemimpinan yang visioner, memperkuat semangat kebersamaan, dan melahirkan gagasan inovatif bagi kemajuan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten TTS juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Partai Golkar yang selama ini telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah.

“Musda juga menjadi momentum regenerasi kepemimpinan agar organisasi terus berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Alain Niti Susanto: Golkar Perkuat Konsolidasi dan Kaderisasi

Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Alain Niti Susanto, mengungkapkan bahwa Musda di Kabupaten TTS merupakan Musda ke-18 yang telah digelar Partai Golkar di Provinsi NTT.

Menurutnya, setelah seluruh Musda selesai dilaksanakan, DPD I Golkar NTT akan melakukan evaluasi terhadap struktur kepengurusan di seluruh daerah.

“Musda TTS merupakan Musda ke-18 di NTT. Setelah seluruh Musda selesai, tentu akan dilakukan evaluasi terhadap kepengurusan agar organisasi semakin solid dan siap menghadapi agenda politik ke depan,” ujarnya.

Alain juga menegaskan komitmen Partai Golkar untuk terus mendukung program-program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, melalui semangat kolaborasi yang konstruktif.

“Golkar akan tetap mendukung pemerintah. Namun dukungan itu harus dilakukan secara kritis, objektif, dan profesional demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Ia berpesan kepada kepengurusan baru DPD II Partai Golkar TTS agar terus memperkuat konsolidasi organisasi, baik secara vertikal maupun horizontal, serta meningkatkan kaderisasi sebagai fondasi menghadapi agenda politik mendatang.

“Konsolidasi organisasi harus terus diperkuat, baik ke atas maupun ke bawah. Selain itu, penguatan kader dan proses kaderisasi harus berjalan secara berkesinambungan agar Partai Golkar tetap menjadi partai yang besar dan dicintai masyarakat,” pungkas Alain. (rnc26)