“Kalau bisa regulasinya diubah sehingga ada kas cadangan di DLHK. Jadi kalau ada kendala, sirkulasi keuangannya tetap berjalan,” katanya.

Menurut Simon, keberadaan dana cadangan akan memberikan ruang bagi DLHK untuk tetap menjalankan operasional pengangkutan sampah saat menghadapi kondisi darurat.

“Jadi pada saat kondisi urgen, dinas bisa langsung menanggulanginya,” tambahnya.

Iklan

DPRD Dorong Kolaborasi dengan Komunitas Pengelola Sampah

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Kupang, Roy Riwu Kaho, menilai persoalan sampah juga dapat diatasi melalui kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah dan komunitas yang bergerak di bidang pengelolaan sampah.

Ia mencontohkan keberadaan Teman Sampah Indonesia (TSI) yang selama ini telah membantu masyarakat mengangkut sampah dari lingkungan permukiman melalui layanan berbasis aplikasi.

Menurut Roy, inovasi seperti itu perlu didukung dan diintegrasikan ke dalam sistem pelayanan pemerintah sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan layanan persampahan.

“Pemerintah harus membuka diri. Kalau pemerintah bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak, saya rasa pelayanan ini bisa berjalan lebih baik,” ujarnya.

Penambahan Armada jadi Kebutuhan Mendesak

Selain persoalan anggaran operasional, DPRD juga menilai keterbatasan armada menjadi penyebab utama terganggunya layanan pengangkutan sampah.