Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selama ini, budidaya rumput laut menjadi salah satu sumber penghidupan utama ribuan keluarga pesisir. Namun, produktivitas marikultur sering terganggu akibat menurunnya kualitas perairan, serangan penyakit ice-ice, tekanan aktivitas manusia, hingga pencemaran mikroplastik yang sulit terdeteksi.
Kondisi tersebut menyebabkan banyak pembudidaya mengalami gagal panen karena belum memiliki informasi ilmiah mengenai lokasi budidaya yang aman.
Melalui pemetaan berbasis teknologi GIS, penelitian ini diharapkan mampu mengakhiri praktik budidaya yang masih mengandalkan perkiraan semata.
Jadi Acuan Pemerintah dan Komunitas Pesisir
Dalam jangka panjang, hasil penelitian akan disosialisasikan kepada komunitas pesisir dan diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai referensi dalam penyusunan tata ruang laut dan pengelolaan kawasan budidaya.
Dengan adanya peta spasial berbasis data ilmiah, para pembudidaya rumput laut akan memiliki panduan yang lebih akurat untuk memilih lokasi budidaya yang minim risiko pencemaran dan penyakit.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil panen, mengurangi potensi kerugian ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Tak hanya memberikan dampak bagi masyarakat lokal, keberhasilan ini juga memperluas jejaring kolaborasi internasional Undana dalam mengembangkan riset yang memberikan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan dan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir Indonesia. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan