“Kehadiran kami bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi ingin menunjukkan bahwa BM PAN selalu hadir bersama masyarakat. Pembangunan gereja adalah tanggung jawab bersama karena gereja bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan moral, karakter, dan kebersamaan,” ujar Kamarudin.

Ia menambahkan, BM PAN ingin memastikan kehadirannya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai aksi sosial yang menyentuh kebutuhan riil di lapangan.

DPD BM PAN TTS: Pelayanan Tidak Hanya saat Momentum Politik

Sementara itu, Ketua DPD BM PAN Kabupaten Timor Tengah Selatan, Victor S.A. Soetektjo, menegaskan bahwa bantuan yang diberikan mungkin tidak besar secara nilai, namun diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan rumah ibadah.

Ia menekankan bahwa BM PAN berkomitmen membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pelayanan sosial yang berkelanjutan, bukan hanya hadir saat momentum politik.

“Bantuan ini mungkin tidak seberapa nilainya, namun kami berharap dapat menjadi bagian dari semangat kebersamaan untuk mempercepat pembangunan rumah Tuhan. BM PAN ingin hadir bukan hanya dalam momentum politik, tetapi juga dalam setiap kebutuhan masyarakat,” katanya.

Victor menambahkan, semangat gotong royong, kepedulian, dan pelayanan menjadi fondasi utama BM PAN dalam menjalankan berbagai kegiatan kemasyarakatan.