Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selain menjaga kesehatan prostat, olahraga juga bermanfaat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, serta membantu menjaga berat badan ideal.
Organisasi kesehatan merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit per minggu atau aktivitas berat selama 75 hingga 150 menit per minggu.
Menurut dr Adistra, gaya hidup sedentari atau terlalu banyak duduk dan minim aktivitas fisik juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk gangguan pada prostat.
“Kaum-kaum mager baiknya itu lebih banyak bergerak. Semuanya sih bisa risk-nya meningkat, sakit jantung dan lain-lain. Jadi olahraga teratur dan aktivitas fisik sangat penting,” katanya.
4. Jaga Berat Badan Ideal
Menjaga berat badan tetap ideal juga menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko kanker prostat.
Obesitas diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis, termasuk beberapa jenis kanker.
Bagi mereka yang memiliki berat badan berlebih, penurunan berat badan dapat dilakukan melalui pengaturan pola makan, mengurangi asupan kalori, dan meningkatkan aktivitas fisik secara rutin.
Faktor yang Meningkatkan Risiko Kanker Prostat
Selain pola hidup, terdapat beberapa faktor yang tidak dapat diubah dan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker prostat, antara lain:
- Usia. Risiko kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar 60 persen kasus ditemukan pada pria berusia di atas 65 tahun.
- Riwayat keluarga. Seseorang memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih tinggi apabila memiliki anggota keluarga dekat yang pernah menderita kanker prostat.
- Faktor genetik. Mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2, yang dapat diwariskan dalam keluarga, diketahui meningkatkan risiko kanker prostat.
- Obesitas. Pria dengan obesitas berpotensi memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker prostat dibandingkan mereka yang memiliki berat badan normal.
Meskipun belum ada cara yang dapat mencegah kanker prostat secara mutlak, menerapkan pola hidup sehat sejak dini dapat membantu menurunkan berbagai faktor risiko sekaligus meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan