Di sisi lain, tingginya angka perkawinan anak dan diskriminasi berbasis gender masih menjadi tantangan besar yang menghambat anak perempuan memperoleh pendidikan yang layak.

Ajak Masyarakat Bergotong Royong

VP Crowdfunding Kitabisa sekaligus perwakilan SalingJaga/Beyond The Game, Marsudi Wijaya, mengatakan perubahan sosial membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Melalui semangat gotong royong yang dibangun lewat olahraga, masyarakat diajak ikut berkontribusi menciptakan kesempatan yang lebih adil bagi anak-anak perempuan di Indonesia.

“Melalui semangat gotong royong lewat sepak bola, kami ingin mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam perjuangan mewujudkan kesetaraan,” kata Marsudi.

Menurutnya, kolaborasi antara Plan Indonesia dan SalingJaga menjadi contoh bagaimana olahraga dapat dipadukan dengan gerakan perlindungan anak, kesehatan, serta solidaritas sosial.

Ia berharap inisiatif tersebut mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak perempuan di NTT sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berprestasi, dan mewujudkan cita-cita di masa depan. (*/rnc)