Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) memperluas jejaring kerja sama internasional melalui kemitraan strategis dengan Sekretariat Regional Interim ATSEA (Arafura and Timor Seas Ecosystems Action).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) di Ruang Rapat Rektor Undana, Kupang, Senin (22/6/2026).

Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., bersama Direktur Eksekutif Interim Sekretariat Regional ATSEA, Dr. Handoko Adi Susanto, M.Sc.

Iklan

Melalui kerja sama ini, kedua lembaga sepakat mengembangkan riset bersama yang berfokus pada konservasi mamalia laut dugong dan perlindungan ekosistem lamun di wilayah perairan Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi

Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan ATSEA kepada Undana sebagai mitra strategis dalam penelitian maritim internasional.

Menurutnya, kerja sama tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan penguatan kelembagaan serta implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap kolaborasi ini mampu meningkatkan kapasitas akademik dosen dan mahasiswa, terutama di Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Undana.

“Kerja sama ini menjadi peluang besar bagi pengembangan riset dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Undana, khususnya dalam bidang kelautan dan perikanan,” ujarnya.

Mahasiswa Berpeluang Magang dan Terlibat Riset Internasional

Direktur Eksekutif Interim Sekretariat Regional ATSEA, Dr. Handoko Adi Susanto, menjelaskan bahwa ATSEA merupakan platform kerja sama kawasan yang melibatkan Indonesia, Australia, dan Papua Nugini di bawah koordinasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

ATSEA selama ini berfokus pada berbagai isu strategis kelautan, mulai dari penanganan polusi plastik, mitigasi tumpahan minyak, perlindungan nelayan kecil, hingga konservasi spesies laut yang terancam.

Menurut Handoko, Undana dipilih sebagai mitra karena memiliki posisi geografis yang sangat dekat dengan lokasi penelitian di Pulau Rote serta didukung sumber daya akademik yang kompeten di bidang kelautan dan perikanan.

“Kerja sama ini dirancang untuk mendukung dan memfasilitasi mahasiswa FPKP Undana agar dapat magang dan terlibat langsung dalam riset komprehensif di lapangan. Ke depan, kami juga berencana menyelenggarakan Simposium Internasional bersama FPKP Undana di Kota Kupang,” kata Handoko.

Kesempatan tersebut dinilai akan membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen Undana untuk terlibat dalam jejaring penelitian maritim tingkat internasional.

Akademisi Undana Ambil Peran dalam Konservasi Laut Internasional

Kerja sama antara Undana dan ATSEA dinilai memiliki nilai strategis tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga bagi upaya konservasi laut di kawasan perbatasan Indonesia.

Perairan Rote Ndao dan Laut Timor merupakan wilayah penting yang menjadi koridor migrasi internasional bagi berbagai spesies laut, termasuk dugong yang saat ini menghadapi ancaman akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim.

Selama ini, berbagai kebijakan konservasi di kawasan perbatasan sering kali menghadapi keterbatasan data ilmiah lokal yang memadai. Kehadiran para peneliti Undana dalam program riset bersama ATSEA diharapkan dapat memperkuat basis data ilmiah yang dibutuhkan untuk penyusunan kebijakan konservasi yang lebih efektif.

Melalui MoA tersebut, akademisi FPKP Undana akan terlibat langsung dalam pemetaan kesehatan ekosistem lamun dan populasi dugong di wilayah Rote Ndao.

Hasil penelitian yang diperoleh nantinya tidak hanya bermanfaat bagi Indonesia, tetapi juga dapat menjadi referensi penting dalam penyusunan kebijakan konservasi laut bagi tiga negara anggota kerja sama ATSEA, yakni Indonesia, Australia, dan Papua Nugini.

Perkuat Posisi Undana di Kancah Riset Global

Kolaborasi ini menjadi bukti semakin kuatnya peran Undana dalam jaringan penelitian internasional, khususnya di bidang kelautan dan lingkungan maritim.

Keterlibatan akademisi lokal dalam penelitian berskala regional juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur mampu berkontribusi secara nyata dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut kawasan Indo-Pasifik.

Selain memperkuat reputasi akademik Undana, kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi, rekomendasi kebijakan, serta solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk mendukung konservasi sumber daya laut yang berkelanjutan di masa depan. (*/rnc)