“NTT adalah gudang peternakan Indonesia. Kehadiran simposium internasional ini menjadi momentum emas bagi akademisi lokal untuk mendalami sains kesehatan hewan, sekaligus menegaskan komitmen Undana dalam mengawal isu-isu kesehatan satwa liar dan ternak terpadu,” ujar Christina.

Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., melalui sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., menegaskan bahwa karakteristik wilayah kepulauan di NTT sangat relevan dengan penerapan model penanganan penyakit berbasis One Health.

Melalui forum internasional tersebut, Undana berharap dapat melahirkan berbagai proyek penelitian bersama (joint research) yang aplikatif antara ilmuwan Indonesia dan Jepang untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan hewan di masa depan.

Pakar Indonesia dan Jepang Bahas Strategi Pengendalian Rabies

Sesi utama konferensi menghadirkan sejumlah pembicara kunci dari berbagai universitas terkemuka. Mereka antara lain Prof. Naoaki Misawa dari University of Miyazaki, Jepang, Prof. Dr. drh. I Wayan Suardana, M.Si. dari Universitas Udayana, serta Prof. Dr. drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc. dari Universitas Nusa Cendana.