Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Waikabubak, RakyatNTT.ID – Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengajak masyarakat Kabupaten Sumba Barat untuk memanfaatkan layanan koperasi sebagai alternatif pembiayaan yang sehat dan menjauhi praktik rentenir maupun pinjaman online ilegal yang dinilai memberatkan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Yakobus Jano usai peresmian Kantor Cabang Pembantu (KCP) KSP Kopdit Pintu Air Waikabubak, Jumat (19/6/2026).
Menurut dia, kehadiran KSP Kopdit Pintu Air di Sumba Barat bukan sekadar memperluas jaringan usaha, tetapi juga memberikan pilihan layanan keuangan yang lebih berpihak kepada masyarakat.
“Masyarakat boleh memilih mana yang terbaik. Kuncinya ada pada pelayanan. Jangan sampai masyarakat masuk ke lembaga yang akhirnya justru membuat mereka menjadi korban,” kata Yakobus kepada wartawan.
Ia membandingkan sistem pinjaman di koperasi yang dipimpinnya dengan praktik pinjaman harian yang masih banyak ditemukan di masyarakat.
Yakobus menjelaskan, bunga pinjaman di KSP Kopdit Pintu Air jauh lebih rendah dibandingkan pinjaman harian.
“Kalau kami memberikan pinjaman Rp 1 juta, bunganya sekitar Rp 20.000. Sementara di pinjaman harian bisa mencapai Rp 200.000. Itu bunga yang sangat besar dan akhirnya masyarakat yang menjadi korban,” ujarnya.
Selain bunga yang lebih ringan, sistem pembayaran di koperasi juga dinilai lebih memberi ruang bagi anggota.
Menurut dia, pembayaran angsuran dilakukan setiap bulan, berbeda dengan pinjaman harian yang penagihannya dilakukan keesokan hari setelah dana dicairkan.
Yakobus mengatakan, pelayanan kepada anggota menjadi komitmen utama KSP Kopdit Pintu Air.
Ia menegaskan bahwa pengurus tidak hanya menyalurkan pinjaman, tetapi juga memberikan pendampingan apabila anggota mengalami kesulitan membayar angsuran.
“Kami sudah siap menjadi hamba bagi anggota. Kalau bulan depan belum bisa membayar, kami datang untuk memberikan edukasi agar mereka memahami bahwa koperasi ini dibangun untuk saling menolong,” katanya.
Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan moto KSP Kopdit Pintu Air, yakni “Ketika kau susah aku bantu, aku susah kau bantu.”
Dalam kesempatan yang sama, Yakobus mengungkapkan perkembangan KSP Kopdit Pintu Air di Pulau Sumba terus menunjukkan peningkatan.
Ia menyebutkan, koperasi tersebut kini telah memiliki delapan kantor cabang yang tersebar di empat kabupaten di Pulau Sumba.
Perluasan jaringan itu diawali dari Sumba Timur, kemudian berkembang ke Sumba Barat Daya di Waitabula, Waibakul di Sumba Tengah, hingga kini membuka KCP di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.
Secara keseluruhan, jumlah anggota KSP Kopdit Pintu Air di Pulau Sumba telah mendekati 50.000 orang.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sumba Barat, Imanuel Mesakh Anie, mengatakan pemerintah daerah menyambut baik kehadiran KCP KSP Kopdit Pintu Air di Waikabubak.
Menurut dia, koperasi memiliki peran strategis dalam memperluas akses keuangan masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang masih menghadapi keterbatasan modal.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam praktik rentenir maupun pinjaman online ilegal yang dapat menimbulkan persoalan ekonomi baru.
“Kehadiran koperasi harus menjadi solusi untuk membuka akses keuangan yang sehat bagi masyarakat. Karena itu koperasi harus dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, serta mengedepankan asas kebersamaan,” ujar Imanuel.
Ia turut mengajak masyarakat membangun budaya menabung melalui koperasi dan memanfaatkan fasilitas pinjaman secara bijaksana untuk kegiatan produktif, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. (rnc29)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan