Dari 100 ribu peserta yang mengikuti program pada 2025, sekitar 30 persen atau 30 ribu orang berhasil direkrut sebagai pegawai tetap setelah menyelesaikan masa magang.

Sementara 30 persen lainnya masih berada dalam proses rekrutmen dan diperkirakan akan memperoleh pekerjaan dalam waktu dua hingga tiga bulan setelah program berakhir.

“Artinya, program ini juga menjadi jembatan nyata bagi lulusan perguruan tinggi untuk dapat langsung bekerja dan memperoleh penghasilan,” tegas Teddy.

Siapkan SDM Siap Kerja

Pemerintah berharap perluasan Program Magang Nasional 2026 menjadi langkah strategis dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja muda di Indonesia.

Selain membuka akses kerja yang lebih luas, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperkuat keterampilan lulusan sesuai kebutuhan industri, serta mempersiapkan generasi muda Indonesia agar lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja di masa depan.

Dengan bertambahnya jumlah peserta dan perusahaan mitra, Program Magang Nasional diharapkan menjadi salah satu solusi konkret dalam mengurangi angka pengangguran lulusan perguruan tinggi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan kualitas tenaga kerja. (*/rnc)