Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selama mengikuti program, peserta memperoleh penghasilan sekitar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di wilayah tempat mereka menjalani magang.
Selain menerima gaji, peserta juga akan mendapatkan pendampingan langsung dari mentor maupun pekerja senior agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Tahun ini juga tidak hanya merekrut lulusan S1, tetapi juga dari profesi lain serta saudara kita dari kelompok difabel,” kata Teddy.
Kuota Naik Menjadi 150 Ribu Peserta
Setelah sukses pada pelaksanaan perdana, pemerintah memperluas cakupan Program Magang Nasional tahun ini.
Pada 2025, PMN berhasil melibatkan sekitar 100 ribu peserta yang ditempatkan di berbagai perusahaan di Indonesia.
Tahun 2026, kuota tersebut meningkat menjadi 150 ribu peserta yang akan mengikuti program magang di sekitar 8.800 perusahaan, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta.
Peningkatan kuota ini diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja sebelum memasuki pasar tenaga kerja secara penuh.
Tiga dari 10 Peserta Langsung Direkrut jadi Pegawai Tetap
Menurut Teddy, hasil evaluasi pelaksanaan Program Magang Nasional tahun pertama menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan