Kalabahi, RakyatNTT.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Alor, Klasis GMIT Mataru, dan Pemerintah Desa Taman Mataru membangun kolaborasi strategis untuk memperkuat ekonomi jemaat dan masyarakat pedesaan menuju taraf yang lebih sejahtera.

Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan yang berlangsung di Gereja Efrata Bagalbui, Kecamatan Mataru, Kabupaten Alor, Jumat (12/6/2026).

Sinergi antara partai politik, gereja, dan pemerintah desa dinilai menjadi model pemberdayaan yang relevan dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Alor, Robinson Bukang, yang didampingi Wakil Ketua I Rudy Nawa, mengatakan pemanfaatan sumber daya alam secara optimal menjadi kunci dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan jemaat.

“Potensi alam yang kita miliki sangat luar biasa. Tuhan telah memberikan kelimpahan sumber daya alam dan tugas kita adalah mengelolanya dengan baik. Jika dimanfaatkan secara maksimal, saya yakin pendapatan ekonomi masyarakat akan terus bertumbuh,” ujar Robinson Bukang.

Ia menegaskan, Partai Perindo akan terus membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat guna mendorong pemberdayaan ekonomi sehingga masyarakat dapat naik kelas dan memiliki kesejahteraan yang lebih baik.

Sementara itu, Ketua Majelis Klasis (KMK) GMIT Mataru, Pdt. Piter Madjeni, S.Th., menuturkan bahwa gereja tidak hanya berfokus pada pembinaan rohani, tetapi juga berupaya meningkatkan kesejahteraan jemaat melalui penguatan etos kerja, pengelolaan keuangan yang bijak, serta kejujuran dalam berwirausaha.

Menurutnya, peningkatan pendapatan masyarakat membutuhkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.

“Tugas gereja bukan hanya soal pembinaan rohani, tetapi kami juga terus berpikir dan bergerak agar ada peningkatan pendapatan per kapita di kalangan jemaat. Karena itu, kerja sama dengan berbagai stakeholder sangat dibutuhkan,” katanya.

Kepala Desa Taman Mataru, Yulius Malaipada, menyampaikan apresiasi kepada Partai Perindo dan Klasis GMIT Mataru yang telah membangun sinergi bersama pemerintah desa dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat.

Ia mengakui bahwa pemerintah desa tidak dapat berjalan sendiri dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi sangat penting untuk mendukung pelaksanaan program-program yang dibiayai melalui Dana Desa.

“Wilayah kami memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun dalam pengelolaannya kami masih menghadapi berbagai keterbatasan. Karena itu, hubungan dan komunikasi dengan semua pihak harus terus dibangun. Pemerintah desa sangat terbuka terhadap berbagai kegiatan pemberdayaan karena ini menyangkut kehidupan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara Perindo Alor, Klasis GMIT Mataru, dan Pemerintah Desa Taman Mataru, diharapkan lahir berbagai program pemberdayaan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta mewujudkan ekonomi jemaat yang mandiri dan berdaya saing menuju kelas atas. (rnc)