Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Waingapu, RakyatNTT.ID – KSP Kopdit Pintu Air kembali memperluas jaringan pelayanannya di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui peresmian Kantor Cabang Melolo, Kabupaten Sumba Timur, Rabu (17/6/2026).
Kehadiran kantor cabang baru ini diharapkan semakin mendekatkan akses layanan keuangan kepada masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air Yakobus Jano, Sekretaris I Agustinus Nong, Ketua Pengawas Barnabas Hening, General Manager Gabriel Pito Sorowutun, Bupati Umbu Lili Pekuwali, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumba Timur, Camat Umalulu, para kepala desa se-Kecamatan Umalulu, serta para anggota koperasi.
Sebelum acara peresmian dilakukan, terlebih dahulu digelar Misa Syukur yang dipimpin Pastor Paroki Santo Hendrikus Melolo.
Dalam sambutannya, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air Yakobus Jano menegaskan pentingnya menghadirkan pelayanan terbaik kepada seluruh anggota.
Menurutnya, anggota merupakan pemilik sesungguhnya dari lembaga koperasi, sementara pengurus dan manajemen hanya menjalankan fungsi pelayanan.
“Karena itu sesuai tema yang diangkat, kita harus menjadi hamba dalam pelayanan supaya bisa memenangkan sebanyak mungkin orang,” ujarnya.
Yakobus Jano juga menekankan bahwa koperasi tidak boleh dipandang semata sebagai lembaga penghimpun uang.
“Koperasi bukan kumpulan uang, tetapi kumpulan orang-orang yang saling percaya untuk membangun ekonomi kerakyatan bersama,” katanya.
Ia kemudian menceritakan perjalanan panjang KSP Kopdit Pintu Air yang dirintis sejak tahun 1995 dengan jumlah anggota awal sekitar 50 orang.
Kini, menurut dia, jumlah anggota telah berkembang menjadi 506.899 orang dan menjadikan Kopdit Pintu Air sebagai koperasi dengan jumlah anggota terbesar di Indonesia.
Peresmian Kantor Cabang Melolo juga menandai bertambahnya jaringan pelayanan KSP Kopdit Pintu Air menjadi cabang ke-65 secara nasional.
Secara khusus di Kabupaten Sumba Timur, Yakobus Jano menyebut saat ini telah tersedia tiga cabang, yakni Waingapu, Lewa, dan Melolo.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur atas dukungan yang diberikan terhadap perkembangan koperasi di daerah.
Usai penyampaian sambutan, Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali meresmikan Kantor Cabang Melolo dengan prosesi pembukaan tirai.
Peresmian tersebut didampingi Ketua Pengurus, Ketua Pengawas, General Manager, pengurus dan manajemen cabang Waingapu serta Melolo, dan rohaniawan.
Dalam sambutannya, Bupati Umbu Lili Pekuwali mengatakan kehadiran koperasi tidak hanya menjadi simbol pembangunan ekonomi, tetapi harus benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Ia berharap KSP Kopdit Pintu Air dapat terus berkembang dan hadir di seluruh kecamatan di Kabupaten Sumba Timur.
“Kalau saat ini baru tiga cabang, sementara di Kabupaten Sumba Timur ada 22 kecamatan, tentu harapan kita pelayanan ini terus diperluas,” ujarnya.
Menurut Bupati, pemerintah daerah memandang pembangunan ekonomi masyarakat tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen, termasuk lembaga keuangan dan koperasi.
Ia menilai kehadiran perbankan masih memiliki keterbatasan jangkauan di sejumlah wilayah sehingga koperasi menjadi salah satu instrumen penting untuk mendekatkan akses permodalan kepada masyarakat.
“Hadirnya koperasi sejak awal memang untuk menjadi soko guru ekonomi Republik ini,” katanya.
Bupati menjelaskan bahwa keberadaan KSP Kopdit Pintu Air di Melolo tidak hanya mempermudah masyarakat untuk menabung atau meminjam uang, tetapi juga membuka ruang edukasi keuangan dan pendampingan usaha.
Menurut dia, bantuan modal tidak cukup hanya diberikan, melainkan harus dibarengi pengawasan dan pembinaan agar usaha anggota dapat berkembang.
Umbu Lili juga mengenang keterlibatannya dalam agenda Kopdit Pintu Air sejak tahun 2016 saat masih menjabat sebagai Wakil Bupati.
Ia mengaku tetap optimistis koperasi tersebut dapat menjadi contoh praktik berkoperasi yang sehat dan sesuai aturan.
Bupati turut mengakui masih adanya keraguan sebagian masyarakat terhadap koperasi akibat pengalaman buruk terhadap lembaga yang tidak menerapkan prinsip-prinsip koperasi secara benar.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong masyarakat untuk bergabung pada koperasi yang sehat dan terpercaya.
“Kalau masyarakat mengalami kesulitan akses permodalan, salah satu saran kami adalah menjadi anggota koperasi yang benar. Salah satunya tentu Koperasi Pintu Air,” tutupnya. (rnc29)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan