Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, berencana memindahkan aktivitas kerjanya ke RSUD Reda Bolo, Kota Tambolaka, selama kurang lebih dua bulan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memantau secara langsung kualitas pelayanan kesehatan, ketersediaan obat-obatan, fasilitas rumah sakit, hingga kinerja tenaga kesehatan yang melayani masyarakat setiap hari.
Menurut Ratu Wulla, keputusan itu diambil karena dirinya ingin mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan dan tidak hanya mengandalkan laporan yang diterima dari berbagai pihak.
“Kita buat pelayanan yang ada ya. Jadi saya mau pelayanan ini berkualitas untuk masyarakat. Saya mau lihat dari poli ke poli, seperti apa krusialnya di mana, begitu juga dengan ketersediaan obat dan bagaimana pelayanan dari nakes di sini,” ujarnya kepada wartawan di RSUD Reda Bolo, Selasa (2/6/2026) siang tadi.
Ia mengaku banyak menerima informasi terkait pelayanan di rumah sakit tersebut. Karena itu, ia memilih turun langsung untuk memastikan kondisi yang sebenarnya.
“Karena ini kan banyak informasi. Jadi saya tidak mau hanya mendengar sepihak. Saya ingin pastikan seperti apa kondisi yang ada di sini. Makanya kemungkinan saya satu bulan atau dua bulan akan berkantor di sini,” katanya.
Selain memantau pelayanan kesehatan, Ratu Wulla juga ingin memastikan kesiapan rumah sakit menjelang pemanfaatan gedung baru yang saat ini masih dalam masa pemeliharaan.
Menurutnya, evaluasi langsung diperlukan agar berbagai kekurangan yang masih ditemukan dapat segera diperbaiki oleh pihak ketiga sebelum rumah sakit diresmikan secara penuh.
“Saya pastikan juga nanti agar pelayanan itu bisa pindah ke rumah sakit baru. Jadi kita bisa lihat kekurangannya di mana. Mumpung ini masih masa pemeliharaan, sehingga kalau ada yang bocor atau ada kekurangan lainnya, pihak ketiga bisa langsung memperbaiki,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh layanan berjalan optimal sebelum gedung baru digunakan secara maksimal oleh masyarakat.
Dari sisi fasilitas, sejumlah alat kesehatan telah tersedia, sementara sebagian lainnya masih dalam proses pengiriman dan kalibrasi.
“Alkesnya memang sudah ada sebagian, ada yang sedang dalam perjalanan. Alkes itu juga memang harus dikalibrasi,” ujarnya.
Ratu Wulla menegaskan, keberadaan fasilitas yang lengkap harus diikuti dengan pelayanan yang berkualitas sehingga masyarakat tidak hanya mudah mengakses layanan kesehatan, tetapi juga memperoleh pelayanan yang memuaskan.
“Kita ingin memastikan masyarakat bukan hanya sekadar datang ke rumah sakit, tetapi pelayanannya juga harus bagus. Ketersediaan obat seperti apa, itu semua harus dipastikan,” katanya.
Sementara itu, peningkatan layanan kesehatan di RSUD Reda Bolo juga mencakup penguatan sumber daya manusia, penyediaan obat-obatan, serta dukungan fasilitas penunjang seperti pasokan gas CO2 untuk kebutuhan medis.
Keberadaan dokter spesialis, termasuk dokter spesialis bedah dr. Yusuf Arfian Mulia, juga menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten SBD.
Dengan berkantor langsung di lingkungan rumah sakit, Bupati Ratu Wulla berharap berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat segera teridentifikasi dan ditangani secara cepat sehingga kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Reda Bolo terus meningkat. (rnc29)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan