Menurutnya, budaya HAM harus dimulai dari perubahan pola pikir, cara berbicara, perilaku, hingga kebijakan publik yang menghormati martabat manusia.

“Tugas kami membangun peradaban HAM di Indonesia. Mulai dari cara berpikir, cara berbicara, sampai tindakan nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Ia menilai dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai HAM sejak dini agar menjadi bagian dari memori kolektif bangsa.

Dalam kesempatan itu, Pigai juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar tidak membatasi diri oleh latar belakang maupun asal daerah.

Menurutnya, generasi muda NTT memiliki kesempatan yang sama untuk berkiprah di tingkat nasional bahkan internasional apabila terus belajar dan mengembangkan kemampuan.

Ia juga mengajak mahasiswa menjadi agen perubahan yang mampu membumikan nilai-nilai hak asasi manusia di lingkungan kampus dan masyarakat.

Melki Laka Lena: Kehadiran Pigai jadi Inspirasi bagi Generasi Muda NTT

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri HAM RI di Kupang yang memberikan ruang dialog bagi mahasiswa mengenai isu hak asasi manusia dan tantangan perkembangan teknologi digital.