Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Sejauh ini sudah terdapat 335 SPPG yang beroperasi di NTT. SPPG ini melayani seluruh penerima manfaat, baik peserta didik maupun kelompok 3B yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” jelas Oswaldus.
Ia menjelaskan, total potensi penerima manfaat Program MBG di NTT mencapai sekitar 1,5 juta jiwa. Namun, saat ini layanan baru menjangkau sekitar 691 ribu penerima manfaat.
Dari jumlah tersebut, sekitar 558 ribu merupakan peserta didik, sedangkan kelompok 3B baru mencapai sekitar 132 ribu penerima manfaat.
“Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat ruang yang besar untuk memperluas cakupan pelayanan agar seluruh masyarakat sasaran dapat merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.
Oswaldus berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat pembangunan ekosistem Program MBG di daerah.
Dengan semakin luasnya cakupan layanan dan kuatnya tata kelola, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan