Kupang, RakyatNTT.ID – Mahasiswi Program Studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana), Arleen Theodora Pah, sukses menuntaskan amanah sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026.

Melalui program berskala nasional tersebut, Arleen menghadirkan berbagai kegiatan edukasi yang berfokus pada peningkatan literasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga keamanan siber bagi mahasiswa di Nusa Tenggara Timur.

Selama menjalankan programnya, Arleen berhasil mengajak lebih dari 100 mahasiswa lintas program studi di Undana untuk mengenal dan memanfaatkan teknologi AI secara kreatif, produktif, dan bertanggung jawab sebagai bekal menghadapi dunia kerja di era digital.

Iklan

Puncak rangkaian kegiatan digelar melalui seminar bertajuk “Think Twice with Google” yang berlangsung di Laboratorium Komputer Program Studi Administrasi Bisnis Undana, Kupang, Kamis (18/6/2026).

Dalam sesi penutup tersebut, Arleen mengangkat tema literasi keamanan siber (cybersecurity), dengan menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam mengenali berbagai bentuk manipulasi konten digital, penipuan daring, serta ancaman penyalahgunaan teknologi AI.

Enam Program Edukasi AI untuk Mahasiswa Undana

Keberhasilan seminar penutup melengkapi lima program edukasi yang telah dilaksanakan sejak Mei 2026. Seluruh kegiatan dirancang agar mahasiswa dapat memahami teknologi AI secara praktis tanpa harus memiliki latar belakang pemrograman.

Arleen menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan difokuskan pada pemanfaatan ekosistem Google, khususnya Google Gemini, sebagai alat yang dapat meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kesiapan karier mahasiswa.

Adapun enam program yang dijalankan meliputi:

  • Gemini Hangout, diskusi mengenai perkembangan AI dan dampaknya terhadap dunia kerja masa depan.
  • Google AI Experience, pelatihan praktik menggunakan berbagai fitur produktivitas berbasis AI dari Google.
  • Gemini and MBTI Find Your Path, sesi pemetaan karier berdasarkan minat, bakat, dan tipe kepribadian mahasiswa.
  • Gemini AI Brand Builder, pelatihan membuat materi promosi bisnis seperti video, foto katalog, hingga lirik lagu dengan bantuan AI.
  • Gemini Creative Universe, pembelajaran membangun website, aplikasi, permainan, hingga buku cerita digital melalui metode prompting tanpa harus menguasai coding.
  • Think Twice with Google, edukasi keamanan siber dan cara mengenali konten manipulatif yang dihasilkan teknologi AI.

“Melalui rangkaian acara ini, saya memperkenalkan berbagai produk Google agar teman-teman di kampus dapat memanfaatkannya secara kreatif. Kami juga membahas bagaimana AI dapat membantu mempersiapkan karier mereka di masa depan,” ujar Arleen.

Mahasiswa Antusias Belajar AI dan Keamanan Siber

Program yang dibawa Arleen mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah satunya datang dari William John Ratingu, mahasiswa semester enam Program Studi Administrasi Bisnis Undana.

Menurut William, materi mengenai keamanan siber memberikan wawasan baru yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.

“Kami belajar mengenali perbedaan antara konten atau iklan palsu yang dibuat menggunakan AI dengan informasi yang benar. Selain itu, kami juga diajarkan cara meningkatkan keamanan perangkat digital yang kami gunakan setiap hari,” ungkapnya.

Ia menilai edukasi tersebut sangat bermanfaat karena ancaman penipuan digital kini semakin canggih seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan.

Cetak Talenta Digital Siap Kerja dari Indonesia Timur

Keberhasilan pelaksanaan Google AI for Education di Undana tidak terlepas dari dukungan penuh Program Studi Administrasi Bisnis yang menyediakan fasilitas Laboratorium Komputer beserta jaringan internet selama kegiatan berlangsung.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga didorong menjadi kreator digital yang mampu menghasilkan aplikasi, website, materi promosi, hingga berbagai karya kreatif berbasis AI tanpa harus menguasai bahasa pemrograman.

Selain meningkatkan kemampuan digital, pembekalan mengenai keamanan siber menjadi bekal penting bagi generasi muda Nusa Tenggara Timur untuk menghadapi berbagai ancaman kejahatan digital yang terus berkembang.

Program Google Student Ambassador 2026 yang dijalankan Arleen Theodora Pah menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia Timur mampu berperan aktif dalam memperluas literasi digital, mengembangkan inovasi berbasis AI, sekaligus mencetak talenta yang kreatif, adaptif, dan siap bersaing di era transformasi digital global. (*/rnc)