Kupang, RakyatNTT.ID — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu destinasi pendidikan tinggi terkemuka di Nusa Tenggara Timur.

Kampus ini baru saja sukses menggelar rangkaian seminar dan ujian tesis bagi 18 mahasiswa Program Pascasarjana yang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Kamis, 17 Juni hingga Jumat, 18 Juni 2026.

Rampungnya ujian ini melahirkan para calon magister baru yang siap bersaing di dunia profesional. Menariknya, pasca-ujian, para mahasiswa secara kompak memberikan apresiasi tinggi terhadap layanan Pascasarjana IAKN Kupang yang dinilai sangat prima, suportif, dan ramah terhadap kebutuhan studi mahasiswa.

Jadi Magnet Lintas Negara, Mahasiswa Timor Leste Lulus Tepat 2 Tahun

Daya tarik Pascasarjana IAKN Kupang terbukti telah menembus batas negara. Salah satu peserta ujian tesis yang menarik perhatian adalah Claudina Margarida Freitas Belo, seorang pendidik sekaligus mahasiswa yang berasal dari negara tetangga, Republik Demokratik Timor Leste.

Usai menyelesaikan ujian di gedung Pascasarjana, Claudina mengekspresikan rasa leganya karena impian meraih gelar Strata 2 (S2) kini sudah di depan mata berkat dukungan penuh dari tim dosen penguji dan pembimbing.

Ia mengungkapkan, alasannya memilih IAKN Kupang adalah karena reputasi para pengajar yang mumpuni pada Program Studi Magister Pendidikan Kristen, yang sangat relevan dengan profesinya sebagai guru Agama Kristen di Timor Leste.

“Saya bisa selesai ujian tepat 2 tahun. Proses pembelajarannya dilakukan dengan sangat baik, metode mengajarnya pun sangat bagus,” ungkap Claudina dengan raut wajah bahagia.

Bimbingan Intensif dan Komunikasi Responsif tanpa Jarak

Kepuasan senada juga diutarakan oleh Pdt. Omega Bia. Menurutnya, keunggulan utama dari layanan Pascasarjana IAKN Kupang terletak pada sistem komunikasi yang responsif dan tidak pernah terputus antara jajaran dosen, mahasiswa, hingga staf administrator.

Pdt. Omega mengagumi proaktifnya para dosen pembimbing yang rajin memberikan pengingat terjadwal melalui pesan digital agar pengerjaan tesis tidak tertunda. Ruang diskusi ilmiah pun selalu terbuka lebar bagi mahasiswa yang menemui kendala dalam risetnya.

“Dosen-dosen saya sangat mendukung. Mereka selalu membuka ruang yang luas bagi kami untuk berdiskusi dan menyampaikan apa saja persoalan yang kami temukan terkait penelitian tesis,” kata Pdt. Omega.

Fasilitas Modern: Kuliah Nyaman dengan Papan Digital

Testimoni positif lainnya datang dari Yacob, mahasiswa asal Kabupaten Sabu Raijua. Dari sudut pandang fasilitas penunjang akademis, Yacob menilai infrastruktur yang disediakan oleh kampus sudah sangat lengkap dan mutakhir.

Penggunaan perangkat modern seperti papan digital di dalam ruang kelas diakui sangat membantu mahasiswa dalam menyerap dan mencermati setiap pemaparan materi yang diberikan oleh dosen.

Selain itu, sikap kooperatif yang ditunjukkan oleh jajaran birokrasi kampus, mulai dari staf administrasi hingga Direktur Pascasarjana, membuat iklim akademik terasa sangat sehat.

“Meskipun mereka dosen senior atau Direktur, mereka selalu membuka jalur komunikasi dengan sangat baik dan kooperatif kepada kami,” tutur Yacob.

Harapan Mahasiswa untuk Pengembangan IAKN Kupang di Masa Depan

Di samping melayangkan berbagai pujian, ketiga perwakilan mahasiswa ini menaruh harapan besar bagi kemajuan almamater mereka. Mereka merekomendasikan agar pihak rektorat IAKN Kupang terus memperluas jangkauan dengan menambah variasi program studi (prodi) baru di tingkat magister.

Langkah ekspansi prodi tersebut dinilai penting agar IAKN Kupang dapat terus mempertahankan standarnya sebagai prioritas utama dan rekomendasi terbaik bagi masyarakat luas yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 2. (rnc04)