Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Terutama untuk anak-anak, supaya mereka bisa sekolah dan belajar di malam hari. Tentunya dengan adanya listrik, mereka bisa belajar dengan lebih baik,” tuturnya.
Selain mendukung sektor pendidikan, listrik tenaga surya juga diharapkan membantu aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk para ibu rumah tangga, sehingga kualitas hidup warga semakin meningkat.
“Juga untuk ibu-ibunya dalam mengadakan aktivitas, dan tentunya supaya kualitas hidup mereka meningkat. Jadi itu poin utamanya,” imbuh Liliana.
Usung Tema “Habis Gelap Terbitlah Terang”
Liliana menjelaskan, proyek BWAP Miss Indonesia tahun ini mengusung tema “Habis Gelap Terbitlah Terang” atau After Darkness Comes Light, yang terinspirasi dari semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini.
“Tahun ini kami membawakan tema ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ atau After Darkness Comes Light,” katanya.
Tak hanya menghadirkan akses listrik bagi 73 kepala keluarga yang menempati 38 rumah, BWAP Miss Indonesia juga membangun aula serbaguna berukuran 7 x 5 meter atau seluas 35 meter persegi yang telah dilengkapi fasilitas listrik.
Bangunan tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan masyarakat, mulai dari belajar, bekerja, hingga mengembangkan berbagai aktivitas produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan