Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kami tidak ingin masyarakat NTT harus pergi jauh-jauh atau keluar biaya besar hanya untuk mencari informasi ke luar negeri atau ke kota besar. Sebaliknya, kami menghadirkan langsung para perwakilan kampus dan lembaga pemberi beasiswa dunia ke sini,” ujar Santri.
Menurutnya, meski sempat tidak digelar selama setahun, antusiasme dan komitmen para mitra internasional untuk datang ke Kupang tetap tinggi.
Tak hanya berfokus pada pendidikan, pameran ini juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi lokal melalui keterlibatan 17 UMKM binaan yang memamerkan berbagai produk khas NTT, mulai dari kain tenun ikat, aksesori, hingga aneka kuliner daerah.
Dorong Lahirnya SDM Global Berbasis Kearifan Lokal
Kembalinya International Education Fair di Undana dinilai menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Kehadiran berbagai lembaga pemberi beasiswa ternama seperti LPDP, AMINEF, hingga Uni Eropa membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa dan tenaga pendidik di NTT untuk menembus kampus-kampus kelas dunia.
Lebih dari sekadar agenda tahunan, kegiatan ini mencerminkan komitmen Undana dalam mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing global tanpa meninggalkan identitas dan potensi daerah.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan