Kerja sama media global yang semakin luas serta tingginya minat sponsor internasional turut memperkuat prospek keuntungan FIFA pada edisi kali ini.

Hak Siar Tetap jadi Sumber Pendapatan Terbesar

Peneliti S&P Global Market Intelligence memperkirakan hak siar akan menyumbang sekitar 3,9 miliar dolar AS dari total pendapatan Piala Dunia 2026.

Di luar itu, FIFA juga diprediksi meraup keuntungan besar dari sektor pemasaran, sponsor, penjualan tiket, dan layanan hospitality yang diperkirakan mencetak rekor baru.

Secara keseluruhan, FIFA diproyeksikan menghasilkan pendapatan sekitar 13 miliar dolar AS atau setara Rp233,4 triliun selama siklus empat tahunan 2023-2026.

Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan siklus sebelumnya pada periode 2019-2022 yang menghasilkan sekitar 6,5 miliar dolar AS.

Konsumsi Konten dan Penonton Diprediksi Pecahkan Rekor

Piala Dunia 2026 juga diperkirakan menjadi turnamen dengan tingkat konsumsi konten tertinggi sepanjang sejarah.

FIFA memproyeksikan sekitar 6 miliar interaksi akan tercipta melalui berbagai platform, mulai dari siaran televisi, layanan streaming, hingga media digital.

Prediksi tersebut didasarkan pada tren pertumbuhan konsumsi digital global serta kesuksesan final Piala Dunia 2022 antara Argentina dan Prancis yang ditonton sekitar 1,5 miliar orang di seluruh dunia.