Keluarga yang tidak memiliki ketahanan akan lebih rentan menghadapi berbagai tantangan tersebut, sehingga berdampak pada tumbuh kembang dan masa depan anak-anak,” demikian isi pidato yang dibacakan Bupati Ratu Wulla.

Pidato itu juga menyoroti peluang besar Indonesia dalam menyongsong Bonus Demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, dominasi penduduk usia produktif harus diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru menimbulkan persoalan sosial seperti pengangguran dan kriminalitas.

Karena itu, pemerintah menekankan tiga pilar utama pembangunan keluarga, yakni peningkatan kesehatan melalui percepatan penurunan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan, penguatan pendidikan karakter dengan mengembalikan keluarga sebagai tempat pendidikan pertama bagi anak, serta pembangunan ketahanan mental dan spiritual agar lahir generasi yang tangguh dan berakhlak.

Dalam pidato tersebut juga disampaikan pesan khusus kepada para ayah agar lebih aktif terlibat dalam pengasuhan anak, baik secara fisik, psikologis, maupun spiritual.

Fenomena kecanduan gawai disebut sebagai salah satu tantangan terbesar dalam kehidupan keluarga saat ini. Para orang tua diimbau untuk mengurangi penggunaan telepon seluler ketika berada di rumah, memperbanyak komunikasi dengan anak, serta membatasi waktu penggunaan layar (screen time) agar kehangatan keluarga tetap terjaga.