Lewoleba, RakyatNTT.ID – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lembata dalam memperkuat sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah.

Komitmen tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Nubatukan untuk berdiskusi langsung dengan para penyuluh, tenaga teknis, serta pendamping program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kunjungan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan koordinasi berbagai program strategis daerah dan nasional. Dalam dialog yang berlangsung secara terbuka, para peserta menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari keterbatasan sarana pendukung, kendala operasional, hingga berbagai persoalan pengembangan sektor pertanian dan perikanan.

Dalam arahannya, Bupati Kanisius Tuaq menekankan pentingnya menjaga solidaritas, kerja sama, dan hubungan emosional yang baik antaraparatur pemerintah dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Hubungan yang baik dan semangat bergandengan tangan harus terus dijaga. Fokuslah pada kerja-kerja teknis yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Jika hasil kerja kita baik, maka kepercayaan publik akan mengikuti dengan sendirinya,” tegas Bupati.

Semangka dan Pengolahan Hasil Perikanan jadi Prioritas

Salah satu fokus utama yang disampaikan Bupati adalah dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada sektor perikanan, ia meminta agar perhatian lebih diarahkan pada pengolahan hasil perikanan guna meningkatkan nilai tambah produk sekaligus mendukung kebutuhan program nasional tersebut.

Sementara pada sektor pertanian, Bupati mendorong pengembangan komoditas semangka sebagai salah satu produk unggulan daerah yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan.

Menurutnya, pengembangan semangka harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan pelaksana program MBG.

Ia juga meminta agar keberhasilan berbagai komoditas lokal dipublikasikan secara luas sehingga dapat diketahui oleh pemerintah pusat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menunjukkan potensi pertanian Lembata yang tidak hanya bertumpu pada pangan pokok, tetapi juga komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Dorong Pemanfaatan Teknologi Pertanian Modern

Dalam upaya meningkatkan produktivitas, Bupati Kanisius Tuaq mendorong penggunaan teknologi pertanian modern seperti drone penyemprot dan berbagai alat mekanisasi pertanian lainnya.

Menurutnya, modernisasi menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual sekaligus meningkatkan efisiensi produksi pertanian.

Ia juga menyoroti pentingnya rehabilitasi petak sawah agar penerapan teknologi pertanian dapat berjalan lebih optimal.

“Metode pascapanen yang masih dilakukan secara manual harus mulai ditinggalkan. Kita harus bergerak menuju efisiensi agar produktivitas pertanian terus meningkat,” ujarnya.

Jagung jadi Komoditas Strategis Lembata

Selain semangka, Bupati menegaskan bahwa jagung merupakan komoditas strategis bagi Kabupaten Lembata karena memiliki peran penting sebagai sumber pangan sekaligus bahan baku pakan ternak, terutama untuk ayam dan babi.

Ia mengapresiasi keberhasilan uji coba penanaman jagung dua kali dalam satu musim pada lahan seluas 10 hektare di Paobokol yang dijadwalkan memasuki masa panen pada 20 Juni mendatang.

Untuk mendukung peningkatan produksi, Pemerintah Kabupaten Lembata juga telah menyiapkan sejumlah peralatan pertanian berupa sensor lahan dan alat semprot bermesin yang saat ini sedang dalam proses pengiriman.

Dorong Petani Manfaatkan KUR

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi petani melalui akses pembiayaan perbankan.

Menurutnya, petani tidak dapat terus bergantung pada bantuan modal pemerintah setiap tahun. Sebaliknya, petani perlu mulai memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai sumber pembiayaan usaha yang berkelanjutan.

Ia mengakui masih banyak petani yang merasa khawatir untuk berhubungan dengan lembaga perbankan. Karena itu, diperlukan edukasi dan pendampingan agar masyarakat memahami manfaat KUR yang menawarkan bunga rendah dan akses pembiayaan yang lebih mudah.

“Kelompok-kelompok tani harus menjadi titik awal penguatan ekonomi masyarakat melalui akses pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.

Hadapi Tantangan Fiskal, Lembata Tetap Catat Prestasi

Bupati juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lembata saat ini menghadapi tantangan fiskal akibat kebijakan efisiensi nasional yang diperparah oleh beban utang daerah.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah rencana pengadaan kendaraan operasional untuk mendukung pelayanan lapangan belum dapat direalisasikan.

Meski demikian, semangat kolaborasi seluruh perangkat daerah berhasil menghasilkan berbagai capaian positif. Di antaranya peningkatan nilai Indeks Reformasi Birokrasi dari kategori C menjadi B, predikat pelayanan publik terbaik di Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta realisasi pencairan anggaran yang menempati peringkat pertama di NTT pada pertengahan Mei 2026.

Tata Niaga Ayam Beku akan Dibenahi

Di akhir arahannya, Bupati Kanisius Tuaq juga menyoroti tata niaga ayam beku yang masih membutuhkan pembenahan.

Pemerintah daerah berencana menggelar rapat koordinasi bersama tim pengawasan, reseller, pengepul, dan pihak pelaksana MBG untuk menyusun sistem distribusi yang lebih tertata dan mudah diawasi.

Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah penerapan sistem distribusi satu pintu atau dua pintu guna menciptakan tata niaga yang lebih transparan dan efisien.

Melalui kunjungan kerja tersebut, Pemerintah Kabupaten Lembata kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai motor penggerak ekonomi daerah menuju Lembata yang mandiri, produktif, dan sejahtera. (*/rnc)