Tambolaka, RakyatNTT.ID — Pemerhati pemuda Jane Natalia Suryanto menilai pengembangan potensi generasi muda menjadi salah satu kunci kemajuan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dalam lima tahun ke depan.

Karena itu, ia mendorong agar lebih banyak ruang dan kompetisi yang dapat mengasah bakat anak-anak muda, khususnya di bidang olahraga.

Hal tersebut disampaikan Jane kepada Wartawan usai membuka Turnamen Voli Forum Pemuda NTT-SBD di Charlie Sports Center, Kota Tambolaka, Sabtu (27/6/2026).

Iklan

“Menurut saya, SBD ini merupakan salah satu kabupaten dengan jumlah penduduk yang paling banyak, dan sebagian besar adalah anak muda. Kalau mereka tidak diberdayakan secara optimal, lima tahun ke depan mereka bisa menjadi pemuda yang tertinggal. Kita maunya pemuda yang berada di depan, yang mampu menggali dan mengembangkan bakatnya. Jadi harus bergerak cepat,” ujar Jane.

Menurut dia, pembinaan generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Organisasi kepemudaan, komunitas, hingga yayasan juga diharapkan ikut mengambil peran dalam menciptakan wadah pengembangan bakat.

Jane berharap ke depan semakin banyak organisasi yang menggelar turnamen maupun kegiatan positif lainnya agar anak-anak muda memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan mereka.

“Lebih bagus lagi kalau ada yayasan atau lembaga yang bisa menyeleksi anak-anak ini untuk dibina ke jenjang profesional, sehingga mereka bisa bertanding secara profesional,” katanya.

Turnamen yang diikuti 20 tim bola voli tersebut turut dihadiri Wakil Bupati SBD, Dominikus Alphawan Rangga Kaka.

Dalam kesempatan itu, ia menyatakan dukungannya terhadap berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan bakat generasi muda di Sumba maupun Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi kepemudaan.

Sementara itu, Ketua Forum Pemuda NTT-SBD, Kristoforus Bali Ate, mengatakan turnamen voli tersebut merupakan kegiatan perdana yang digelar organisasinya sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menjelang pelantikan pengurus.

“Forum Pemuda NTT bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap anak-anak muda yang memiliki bakat, khususnya di cabang olahraga voli,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Forum Pemuda NTT-SBD tidak hanya akan fokus pada olahraga voli. Ke depan, organisasinya juga berkomitmen mendukung cabang olahraga lain, termasuk tinju.

Kristoforus mencontohkan salah satu atlet dari bumi Loda Wee Maringi Pada Wee Malala, Yohanes Dabi, yang baru saja mengikuti kejuaraan Open Tournament Tinju Amatir Rektor Cup III UPG 1945 NTT di GOR Flobamora Kupang.

Meski belum berhasil melaju lebih jauh setelah kalah angka di babak kedua, Yohanes memperoleh beasiswa pendidikan hingga jenjang S2 sekaligus kesempatan mengikuti pelatihan tinju secara gratis.

Menurut Kristoforus, capaian tersebut menjadi motivasi bagi Forum Pemuda NTT-SBD untuk terus membuka ruang pembinaan bagi generasi muda agar mampu berprestasi, baik di bidang olahraga maupun pendidikan. (rnc29)