Ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan yang berfokus pada penguatan budaya literasi dan numerasi di sekolah.

Menurutnya, literasi dan numerasi merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki peserta didik sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman dan tantangan masa depan.

Bupati Ratu Wulla menjelaskan, proses pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, inovatif, serta berpusat pada peserta didik akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hasil belajar.

Selain itu, pendekatan tersebut juga dinilai mampu membentuk karakter anak menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan siap bersaing.

“Saya menyambut baik pelatihan ini karena literasi dan numerasi merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik. Pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik akan membantu meningkatkan kualitas hasil belajar sekaligus membangun karakter anak-anak menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” katanya.

Ratu Wulla berharap kegiatan pelatihan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi ruang belajar bersama bagi para pendidik.

Ia mendorong para peserta untuk saling berbagi pengalaman, praktik baik, serta menghasilkan berbagai inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.