Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kalau kita hanya menerima laporan di kantor, belum tentu semua persoalan terlihat. Dengan turun langsung seperti ini, kita bisa mengetahui apa yang benar-benar terjadi dan apa yang harus segera dibenahi,” ujarnya.
Selain pelayanan kesehatan, perhatian Ratu Wulla juga tertuju pada kesiapan gedung baru RSUD Reda Bolo yang saat ini masih berada dalam masa pemeliharaan.
Ia ingin memastikan seluruh fasilitas berfungsi dengan baik sebelum gedung tersebut dimanfaatkan secara penuh.
Menurutnya, masa pemeliharaan harus dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan yang masih ada sehingga pihak pelaksana dapat segera melakukan perbaikan.
“Kita ingin memastikan ketika gedung baru digunakan, masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik, nyaman, dan aman. Kalau masih ada kerusakan atau kekurangan, sekarang saatnya diperbaiki,” katanya.
Sementara itu, dokter spesialis bedah RSUD Reda Bolo, Yusuf Arfian Mulia, mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat untuk berobat menyebabkan kebutuhan sejumlah obat meningkat di luar perkiraan awal.
Menurut dia, rumah sakit telah melakukan perencanaan kebutuhan obat-obatan sejak awal, namun jumlah kunjungan pasien yang terus meningkat membuat penggunaan obat tertentu lebih tinggi dari prediksi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan